Anggota DPRD Jabar Raden Tedi Serap Aspirasi Warga Tanjungsiang, Soroti Infrastruktur hingga Pelestarian Lingkungan

Politik9 views

REPUBLIKAN, Subang – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Raden Tedi, ST., MM., melaksanakan kegiatan pengawasan dan serap aspirasi masyarakat di Kampung Situ Biuk Dago Negla, RT 14 RW 04, Desa Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, pengurus BUMDes, serta warga setempat tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan sekaligus mendengarkan perkembangan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam pemaparannya, Raden Tedi menjelaskan tugas dan fungsi DPRD yang meliputi pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di Jawa Barat,” ujar Raden Tedi.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan di Jawa Barat saat ini terus dipercepat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan salah satu prioritas utama berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari dukungan masyarakat, termasuk melalui kepatuhan dalam membayar pajak.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, kesadaran membayar pajak perlu terus ditingkatkan,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Raden Tedi mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya Sunda serta melestarikan lingkungan hidup. Ia menilai pelestarian hutan, sungai, dan sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan sektor pertanian, peternakan, pendidikan keagamaan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.

Para petani mengeluhkan kelangkaan pupuk yang masih sering terjadi. Kalaupun tersedia, harga pupuk dinilai cukup mahal sehingga membebani biaya produksi pertanian.

Sementara itu, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menyampaikan kesulitan yang dihadapi usaha peternakan ayam petelur akibat tingginya harga pakan ternak yang tidak sebanding dengan harga jual telur di pasaran. Kondisi tersebut membuat keuntungan peternak semakin menipis dan menyulitkan pengembangan usaha desa.

Warga juga menyoroti pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai belum maksimal menyerap hasil produksi peternak rakyat. Masyarakat berharap telur dan hasil peternakan lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut dengan harga yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.

Selain persoalan pertanian dan peternakan, warga mengusulkan peningkatan bantuan hibah bagi pondok pesantren untuk mendukung sarana pendidikan keagamaan. Masyarakat juga meminta perhatian pemerintah terhadap pembangunan dan perbaikan jalan serta infrastruktur dasar lainnya yang dinilai masih perlu ditingkatkan guna menunjang mobilitas warga dan aktivitas perekonomian desa.

Tak hanya itu, sejumlah warga juga menyampaikan persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif serta ketidaksesuaian data desil hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kondisi riil masyarakat yang berdampak pada akses terhadap program bantuan sosial.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Raden Tedi menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan penting dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD Jawa Barat.

“Kami akan membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kewenangan yang ada. Permasalahan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan kami dorong untuk ditindaklanjuti, sementara yang berkaitan dengan instansi lain akan kami koordinasikan agar dapat segera memperoleh solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian, peternakan, pendidikan keagamaan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Warga berharap berbagai persoalan yang telah disampaikan dapat segera mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cimeuhmal dan sekitarnya.[R]

Related Posts

Don't Miss

Comment