Tia Fitriani DPRD Jabar Gelar Pengawasan Pemerintahan, Soroti Perubahan Data Desil yang Berdampak pada Akses Bansos

Politik7 views

REPUBLIKAN – Anggota DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar II Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Tia Fitriani, menggelar kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kampung Pungkur RT 03 RW 01, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Senin (21/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tia Fitriani menyoroti keluhan masyarakat terkait perubahan data desil yang dinilai terjadi secara tiba-tiba. Perubahan tersebut dikeluhkan warga karena berdampak terhadap akses mereka untuk memperoleh bantuan sosial.

Tia mengatakan, persoalan data desil saat ini menjadi salah satu hal yang banyak dikeluhkan masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.

“Yang membuat kita semua agak khawatir adalah tentang desil. Masyarakat sangat mengeluhkan tentang desil yang tiba-tiba berubah,” ujar Tia dalam kegiatan tersebut.

Ia mencontohkan, terdapat masyarakat yang sebelumnya tercatat dalam desil rendah, namun kemudian mengalami perubahan data hingga masuk ke desil yang lebih tinggi. Kondisi itu kemudian membuat warga dianggap tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan.

“Tiba-tiba yang tadinya desil satu jadi desil sepuluh sehingga dianggap mampu dan tidak mendapatkan lagi bantuan yang seharusnya didapatkan,” katanya.

Menurut Tia, persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada satu atau dua warga. Keluhan serupa, kata dia, juga disampaikan masyarakat di sejumlah wilayah lainnya.

Karena itu, Tia menegaskan pentingnya masyarakat menyampaikan aspirasi dan terus mengawal kebijakan pemerintah, khususnya ketika terdapat persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

“Orang sebagai masyarakat punya hak untuk terus mengawal dan menyuarakan apabila ada sesuatu yang perlu disampaikan,” ujarnya.

Tia menyebut dirinya bersama lembaga DPRD memiliki peran untuk menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan keresahan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan yang mereka hadapi.

“Kita adalah penyambung lidah masyarakat. Mereka gelisah, mereka perlu penjelasan, maka kita bantu,” tutur Tia.

Ia menambahkan, kegiatan pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat agar berbagai persoalan di tingkat bawah dapat diketahui dan mendapat perhatian pemerintah.

Tia berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi, sehingga setiap kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.[R]

Comment