Isu Reshuffle Menkop Tidak Relevan, Kinerja Menkop Fokus Bangkitkan Ekonomi Rakyat

REPUBLIKAN, Jakarta – Wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali mencuat ke permukaan. Salah satu yang menjadi sasaran adalah Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi. Namun, Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKSI) menilai bahwa tuntutan reshuffle terhadap Menkop tidak memiliki urgensi dan justru berpotensi mengganggu stabilitas politik dan ekonomi nasional.

Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa tuntutan penggantian Menkop hanya berasal dari segelintir kelompok yang tidak puas dengan keberhasilan Menkop dalam menjalankan program-program pro-rakyat. “Kami melihat ada upaya sistematis dari kelompok tertentu untuk menciptakan kegaduhan dan tekanan politik terhadap Presiden dengan menggulirkan isu reshuffle,” ujarnya, Kamis (5/6/2025)

Menurut Azmi, kinerja Menkop justru mendapat banyak apresiasi karena fokus pada pembangunan ekonomi rakyat melalui koperasi desa. Berbagai program strategis seperti swasembada pangan koperasi, pengembangan industri agromaritim berbasis koperasi, serta hilirisasi industri telah dijalankan secara konsisten. Selain itu, Menkop juga turut berperan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah tambang.

“Kelompok yang terus memaksakan reshuffle ini hanya menyebarkan narasi liar dan opini menyesatkan. Mereka tidak membawa data yang valid, justru berusaha merusak reputasi Menkop demi ambisi politik dan kepentingan kelompoknya,” lanjut Azmi.

LAKSI juga menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Karena itu, tidak ada pihak luar yang berhak mendesak atau mengintervensi keputusan tersebut. Azmi mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh opini-opini sesat yang hanya menciptakan ketegangan politik.

“Kami percaya Menkop Budi Arie sedang bekerja keras untuk mempercepat pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia. Apa yang sedang dilakukan Menkop sangat dibutuhkan rakyat saat ini. Bukan ganti menteri, tapi solusi nyata untuk ekonomi rakyat,” tegas Azmi.

LAKSI menyatakan dukungannya terhadap berbagai terobosan Menkop demi mendorong kebangkitan ekonomi rakyat kecil. Dalam situasi seperti sekarang, lanjut Azmi, fokus utama seharusnya adalah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan membuka akses pasar bagi produk-produk pertanian serta peternakan rakyat melalui koperasi.[R]

Comment