DPRD Jabar Rafael Situmorang : Ekosistem Pers Lokal Harus Tetap Hidup, Ini Perjuangan Menjaga Napas Demokrasi Daerah

Politik406 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Di tengah gelombang digitalisasi dan tantangan ekonomi yang makin kompleks, keberlangsungan hidup pers lokal di Jawa Barat menjadi satu perjuangan yang tak mudah. Namun, bagi Rafael Situmorang, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, membiarkan pers lokal tenggelam sama saja dengan membiarkan demokrasi kehilangan rohnya di tingkat akar rumput.

“Pers lokal bukan sekadar media informasi. Ia adalah penjaga nalar publik, ruang dialektika rakyat, dan cermin dinamika daerah. Maka, ekosistemnya harus dijaga agar tetap hidup dan sehat,” ujar Rafael dalam satu pertemuan diskusi kebebasan pers di Bandung, Senin (7/7/2025).

Sebagai legislator yang membidangi urusan pemerintahan, komunikasi dan pers Rafael melihat langsung bagaimana sejumlah media lokal berjuang keras bertahan dari krisis pendanaan, intervensi kepentingan, hingga perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Banyak yang terpaksa menutup kantor redaksi, memangkas jumlah wartawan, atau hanya mengandalkan dukungan iklan pemerintah daerah yang tidak selalu stabil.

Menghidupkan yang Melemah
“Kalau pers daerah mati, siapa yang akan menyuarakan aspirasi warga kampung? Siapa yang akan mengabarkan kebijakan daerah yang keliru? Tak semua bisa diliput media nasional,” ungkap Rafael dengan nada tegas.

Ia mendorong agar ekosistem pers lokal tidak hanya disandarkan pada pasar dan kekuatan modal semata. Pemerintah daerah, katanya, perlu hadir untuk membangun infrastruktur informasi yang adil bukan dengan mengontrol isi pemberitaan, tetapi dengan menciptakan ruang hidup yang sehat bagi media lokal.

Salah satu usulan konkret yang ia dorong adalah penerapan alokasi anggaran media pemerintah berbasis prinsip keadilan distribusi dan transparansi, serta pembinaan media kecil agar mampu mandiri secara profesional dan bisnis.

Membangun Kolaborasi, Bukan Ketergantungan
Rafael juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang sehat antara pemerintah, DPRD, dan komunitas media lokal. “Kemitraan itu bukan soal memesan berita atau memoles citra. Tapi bagaimana saling menguatkan: media memberikan kritik yang membangun, dan pemerintah menghargai sebagai masukan demi perbaikan,” katanya.

Ia mengajak seluruh stakeholder dari organisasi profesi wartawan, akademisi, hingga tokoh masyarakat untuk ikut dalam gerakan menjaga ekosistem pers lokal, bukan hanya sebagai pembaca pasif, tapi sebagai mitra dalam proses membangun literasi dan kontrol sosial yang sehat.

Menjaga Harapan
Di tengah segala tantangan, Rafael tetap optimis. Ia percaya, selama masih ada wartawan yang berani turun ke lapangan meski tanpa jaminan besar, selama masih ada pembaca yang kritis dan peduli, serta wakil rakyat yang mau mendengar, maka ekosistem pers lokal masih punya harapan.

“Perjuangan menjaga hidupnya pers lokal adalah perjuangan menjaga hidupnya demokrasi itu sendiri. Jawa Barat butuh suara jernih dari daerah. Dan kita semua bertanggung jawab menjaganya,” pungkas Rafael.[R]

Comment