MPLS SMAN 18 Bandung Usung Konsep Sekolah Ramah, Diikuti 506 Siswa Baru

Edukasi95 views

REPUBLIKAN – SMA Negeri 18 Kota Bandung menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “Sekolah Ramah”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti oleh 506 siswa baru hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap I dan tahap II.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 18 Bandung, Agus Ali Asikin, S.Pd, mengatakan tema Sekolah Ramah dipilih sebagai implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan sekaligus selaras dengan program Panca Waluya yang menjadi arah pembentukan karakter peserta didik di Jawa Barat.

“Tema MPLS tahun ini adalah Sekolah Ramah. Selain mengacu pada peraturan kementerian, juga sejalan dengan program Panca Waluya yang menjadi pedoman pembelajaran dan pembentukan karakter siswa ke depan,” kata Agus, Jumat 17 Juli 2026.

Menurut dia, kegiatan MPLS dilaksanakan selama lima hari kerja, mulai 15 hingga 17 Juli dan dilanjutkan pada 20 hingga 21 Juli 2026. Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan berbagai materi yang bertujuan memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, serta kesiapan mengikuti proses pembelajaran di jenjang SMA.

Materi yang diberikan antara lain bela negara, penguatan karakter Panca Waluya, asesmen kebugaran, serta asesmen yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan. Selain itu, terdapat sejumlah program baru yang diperkenalkan kepada peserta didik.

“Hal baru pada MPLS tahun ini adalah penerapan kebiasaan tujuh anak hebat dan keterlibatan TNI serta Polri dalam pemberian materi,” ujarnya.

Untuk memperkaya wawasan siswa, sekolah juga menggandeng berbagai narasumber dari sejumlah instansi, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Pajak, TNI, Polri, serta tenaga pendidik di lingkungan SMAN 18 Bandung.

Agus menegaskan pelaksanaan MPLS di sekolahnya mengedepankan prinsip ramah anak dan bebas dari praktik perploncoan. Menurutnya, sekolah membedakan secara tegas antara penegakan disiplin dan tindakan yang mengarah pada perundungan atau perploncoan.

“Penegakan disiplin tetap dilakukan, misalnya terkait ketepatan waktu, tetapi tidak ada bentakan maupun tindakan yang merendahkan siswa. Tujuannya untuk membiasakan disiplin, bukan melakukan perploncoan,” katanya.

Dalam pelaksanaan MPLS, sekolah juga melibatkan pengurus OSIS, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta berbagai ekstrakurikuler untuk memperkenalkan aktivitas sekolah kepada peserta didik baru. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat mengenali dan memilih kegiatan yang sesuai dengan minat serta bakatnya.

Agus berharap MPLS dapat menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter peserta didik yang disiplin, berakhlak baik, dan mampu mengembangkan potensinya sesuai semangat Panca Waluya.

“Kami berharap setelah mengikuti MPLS, siswa memiliki karakter yang kuat, disiplin, mampu mengenali minat dan bakatnya, serta dapat merencanakan pilihan mata pelajaran dan cita-cita yang ingin diraih setelah lulus dari SMAN 18 Bandung,” tuturnya.[R]

Comment