Janji Mangkrak, Ketua Ponpes Ultimatum Bupati dan Wabup Cianjur: Mundur atau Diturunkan

Politik95 views

REPUBLIKAN, Cianjur – Suhu politik di Kabupaten Cianjur kembali memanas. Ketua Yayasan Ponpes Qirtosul Huda Azzakariya, Kamal, melontarkan kritik keras kepada Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian dan Ramzi, yang dinilai gagal menepati sejumlah janji kampanye mereka. Ungkapan itu disampaikan Kamal dalam sebuah unggahan media sosial yang kini beredar luas.

Dalam video tersebut, Kamal membuka pernyataannya dengan kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun”, yang ia sebut sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat Cianjur. Ia menilai warga telah dikecewakan oleh kepala daerah yang dipilih melalui proses demokrasi, tetapi dianggap tidak menepati komitmen politik.

“Dulu Bupati menjanjikan insentif bagi guru ngaji dan imam masjid, tapi ternyata wadul (bohong). Oleh karena itu, saya meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk mengundurkan diri. Jika tidak, kami meminta DPRD Cianjur menurunkan mereka secara tidak hormat,” tegasnya.

Kamal juga menyentil latar belakang religius Bupati, dengan mengingatkan bahwa seorang ustad memiliki tanggung jawab moral yang besar di hadapan masyarakat. Ia menyebut bahwa pemimpin yang memiliki status keulamaan seharusnya memberi teladan dan menjaga komitmen kepada publik.

Sorotan terhadap janji-janji kampanye pasangan kepala daerah itu bukan hanya datang dari kalangan pesantren. Beberapa organisasi masyarakat seperti LBH GP Ansor dan Banser NU Cianjur juga turut mengkritik lambannya realisasi program-program yang pernah dijanjikan.

Di antara janji yang paling dipersoalkan adalah:

1. Insentif Rp 25 juta per RT,
2. Bantuan Rp 300 juta untuk tiap pesantren,
3. Insentif khusus untuk guru ngaji dan imam masjid.

Sejak dilantik pada Februari 2025, Wahyu Ferdian dan Ramzi dinilai belum menghadirkan progres nyata terhadap komitmen tersebut, sementara tekanan publik terus meningkat.

Situasi ini memperlihatkan semakin tajamnya ketegangan antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Jika tidak ada respons konkret, desakan untuk mengambil langkah politik termasuk pemakzulan diperkirakan akan semakin kuat dalam waktu dekat. [R]

Comment