KPID Jabar: Penyiaran Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Era Digital

Ragam8 views

REPUBLIKAN – Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-93 menjadi momentum penting bagi insan penyiaran di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat, Adiyana Slamet, menegaskan bahwa penyiaran memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan soft power.

Hal itu disampaikan Adiyana saat kegiatan Kemah Penyiaran di kawasan Ranca Upas, Rabu (1/4/2026). Menurutnya, tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional” bukan sekadar slogan, tetapi panggilan nyata bagi seluruh lembaga penyiaran untuk berkontribusi menjaga karakter bangsa.

“Ketahanan nasional tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Di sinilah penyiaran berperan besar dalam menjaga jati diri bangsa,” ujar Adiyana.

Ia menjelaskan, KPID Jawa Barat terus mendorong kolaborasi lintas sektor bersama lembaga penyiaran dan berbagai asosiasi. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem siaran yang sehat, sekaligus memperkuat nilai-nilai lokal dan nasional melalui konten yang edukatif dan berkualitas.

“Program siaran harus menjadi ruang edukasi publik, memperkuat identitas lokal, sekaligus menjaga semangat kebangsaan,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah Mulai Menguat

Adiyana juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap sektor penyiaran yang mulai kembali meningkat pada 2026, setelah sempat menurun pada tahun sebelumnya. Dukungan tersebut terlihat dari peningkatan belanja media, kerja sama dengan lembaga penyiaran, hingga pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi jurnalis radio dan televisi.

“Ini menunjukkan adanya perhatian terhadap keberlangsungan lembaga penyiaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Regulasi Jadi Tantangan

Meski demikian, ia menyoroti masih adanya tantangan besar, terutama terkait regulasi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dinilai belum mampu mengakomodasi perkembangan teknologi digital yang begitu pesat.

“Regulasi yang belum adaptif menjadi tantangan utama bagi penyiaran di Jawa Barat maupun secara nasional,” tegasnya.

Harapan Penyiaran ke Depan

Ke depan, Adiyana berharap lembaga penyiaran di Jawa Barat mampu terus menghadirkan program berkualitas dan menjadi representasi penyiaran nasional. Ia juga menekankan pentingnya berpegang pada pedoman Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran dalam setiap konten yang disiarkan.

“Penyiaran harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.[R]

Comment