Praktisi & Pemerhati Kepemudaan: “Kuliah di Ikopin University Adalah Pilihan Ideologis”

Edukasi41 views

REPUBLIKAN – Survei nasional SMRC menyatakan program Koperasi Merah Putih semakin dikenal tetapi belum yakin akan berkembang.

Survei nasional SMRC yang dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 menemukan 76,9 persen masyarakat Indonesia mengaku telah mengetahui atau pernah mendengar Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan survei November 2025 yang berada di angka 51,5 persen.

Tingkat pengenalan terhadap KDMP terus meningkat, tingkat keyakinan masyarakat terhadap masa depan program tersebut masih relatif rendah.

Responden yang mengetahui KDMP, 2,4 persen yang menyatakan sangat yakin dan 22,6 persen yang cukup yakin koperasi di desa atau kelurahan mereka akan berkembang. Sebaliknya, 22,2 persen responden mengaku kurang yakin, 38,9 persen menyatakan tidak yakin sama sekali. Sebanyak 13,9 persen lainnya belum memberikan pendapat.

Secara keseluruhan, hanya 25 persen masyarakat yang optimistis KDMP akan berkembang, 61,1 persen menyatakan kurang yakin atau tidak yakin terhadap prospek program tersebut.

Lantas dimana keberpihakan kaum muda terhadap koperasi?

Kaum muda Indonesia dengan usia 16-30 tahun berjumlah kurang lebih 140 juta yang akan mendominasi bangsa kita.

Solidaritas dan konsep saling menolong menjadi daya tarik tersendiri dan cocok dengan DNA gerakan kaum muda.

Menempuh pendidikan S1 dan S2 di Ikopin University (Universitas Koperasi Indonesia) sering disebut sebagai pilihan ideologis karena kampus ini berakar kuat pada gerakan koperasi dan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Pernyataan ini ditekankan oleh Praktisi & Pemerhati Kepemudaan Syaiful Ramadlan, M.M.

“Legacy atau warisan utama para pendiri bangsa Indonesia (founding fathers) adalah fondasi berdirinya negara serta arah pandang dalam bernegara. Lantas siapa yang menjadi pewaris perjuangan nilai. Siapa yang dititipkan pesan pasal 33 UUD RI 1945 kalau bukan generasi muda saat ini. Bagi saya pilihan kuliah S1 dan S2 di kampus ini adalah pilihan ideologis.”

Secara historis dan akademis, Ikopin University yang beralamat di kawasan pendidikan Jatinangor Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat ini didirikan untuk mencetak kader-kader ideologis yakni memegang teguh nilai kebersamaan, kemandirian, dan kesejahteraan bersama sesuai dengan prinsip koperasi.

“Ada keselarasan falsafah dan kearifan lokal masyarakat Sunda di Tatar Pasundan dengan koperasi. Silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi yang mengajarkan prinsip hidup rukun, harmonis, dan saling memuliakan sesama manusia selaras dengan koperasi sebagai bentuk nyata dari gotong royong, musyawarah, kekeluargaan di bidang ekonomi,” ungkap Syaiful.

Syaiful mengaitkan pemahaman bisnis secara professional dan klaim tentang karakteristik koperasi memang beragam. Tafsir tentang jati diri dan prinsip koperasi pada prakteknya sering dimaknai berbeda. Oleh karena itu, perlu dicari pemahaman antara koperasi dari sudut pandang Ideologis dan koperasi sebagai entitas bisnis. Titik keseimbangan dan pendekatan keilmuan bisa didalami dan diperoleh dengan mengambil pendidikan S1 dan S2 di Ikopin University.[R]

Comment