Touring MRC: Dari Rakit Bambu ke Pantai Selatan, Tujuan Kasepuhan Gelaralam dan Bunga Ayu Seaside Resort

Lingkungan115 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Rakit bambu di Sungai Cisadane menjadi pembuka perjalanan Manja Rider Community (MRC) bertajuk No One Knows. Selama 18–20 September 2026, sebanyak 21 peserta dari Bogor, Tangerang, Jakarta, Bekasi, dan Depok menempuh rute penuh kejutan: dari Bogor Barat, Gunung Bongkok, Kasepuhan Gelaralam, hingga berlabuh di Bunga Ayu Seaside Resort, Pelabuhan Ratu.

“Perjalanan yang jauh dan medan yang sukar adalah cermin terbaik untuk memantulkan kepribadian dan ketulusan seorang teman yang sesungguhnya,” kata Jihan Ibnu, Ketua MRC, dalam catatan perjalanannya.

MRC berawal dari perjalanan pribadi Jihan bersama sang istri sejak 2015. Sepupu Jihan, Wira Fernandez, kemudian bergabung dan kini menjadi koordinator peralatan. Dari tiga orang, komunitas berkembang menjadi sekitar 40 anggota. Tujuan mereka meluas dari Bogor Barat hingga pesisir Banten, Sukabumi, Bandung, dan Pangandaran.

Perjalanan dimulai dari Cibinong. Bagian pertama rute dibocorkan, sementara etape menuju Gelaralam sengaja dirahasiakan. Rombongan melewati sungai dengan rakit bambu, jembatan gantung, hingga jalur berbatu. Mereka berhenti di Kabandungan untuk menikmati durian lokal sebelum melanjutkan perjalanan.

Rombongan tiba di Kasepuhan Gelaralam pada dini hari, Sabtu, 19 September. Mereka bermalam di rumah warga dan pagi harinya menyaksikan suasana kasepuhan. Tradisi padi, kerja komunal, dan lumbung padi menjadi latar budaya yang mereka temui.

Bagi wisatawan, Gelaralam bukan sekadar latar foto. “Meminta izin sebelum memotret dan menghormati ruang warga adalah cara sederhana menjaga kualitas perjumpaan,” tulis Jihan.

Bunga Ayu: Ruang Berhenti
Sabtu sore, rombongan kembali ke Pelabuhan Ratu dan menginap di Bunga Ayu Seaside Resort. Dua vila dan tiga kamar disiapkan untuk kebersamaan. Malam itu mereka menikmati kambing guling, ikan blue marlin, dan cumi jumbo, dilanjutkan karaoke.

Minggu pagi, peserta sarapan di restoran resort lalu turun ke pantai. Suasana pesisir selatan menjadi penutup perjalanan.

Perjalanan MRC memperlihatkan bagaimana warung makan, penjual buah, penginapan, dan resort bisa mendapat manfaat dari rombongan wisata. “Membeli produk lokal dan membayar layanan secara wajar adalah cara agar perjalanan turut berarti bagi tuan rumah,” catatan Jihan.

Rombongan menutup perjalanan dengan rute Pelabuhan Ratu–Cikidang–Parungkuda–Bogor. Dalam tiga hari, mereka merangkai pengalaman beragam: menyeberang sungai, menikmati durian, singgah di kasepuhan, hingga berkumpul di tepi laut.

“MRC, Huuuu Haaaa !!! Gaspolll, Tetap Satu Saudara !!!” seru Jihan menutup catatan perjalanan.

(Red-Sukabumi)

Comment