Akibat Dampak Pandemi Covid 19, PKL di Cibadak Terancam Gulung Tikar Karna Sepi Pembeli

Ekonomi, Ragam314 views

REPUBLIKAN, Sukabumi – Sepi pembeli, itulah keluhan dari sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di jalan Raya Siliwangi, tepatnya dilokasi Pertokoan Labora, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Sepinya pembeli tentu saja berdampak kepada pendapatan para PKL. Tak heran lagi, banyak dari para PKL yang menutup usahanya dikarenakan sepi pembeli. Para pencari rupiah ini terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Dulu sebelum Pandemi Covid-19 melanda, dari hasil berjualan kaset, kami masih bisa bertahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ,” ungkap, Erdi (35) salah satu PKL Kaset CD dan DVD yang masih bertahan hingga saat ini kepada awak media. Rabu (15/06/2022).

Menurut Erdi, sepinya pembeli dikarenakan faktor ekonomi masyarakat yang rendah dan juga dampak dari perkembangan teknologi. Dari enam PKL Kaset CD dan DVD saat ini hanya tersisa satu lapak PKL lagi.

“Dulu banyak langganan saya, namun saat ini, mereka jarang mampir ke lapak. Mungkin karna uang yang susah dicari untuk saat ini. Makanya, teman-teman saya sudah banyak yang gulung tikar alias bangkrut,” kata dia.

Lanjutnya, saya berharap masa keemasan saat berdagang kaset bisa di rasakan kembali, agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga dirumah.

Senada juga disampaikan oleh Dede (45) PKL yang biasa berdagang di area tersebut. Dede dulu nya adalah seorang pebisnis di bidang jual beli elektronik, namun karna dampak Pandemi Covid-19 ia terpaksa banting stri berjualan kopi dilapak yang ditinggal oleh PKL Kaset untuk sekedar bertahan hidup dalam menafkahkan keluarga.

“Dulu tempat yang saya tempati ini adalah bekas pedagang Kaset dan mereka sudah lama bangkrut dan banting stir mencari usaha lain,” kata, Bapak tiga anak ini.

Lanjutnya, saya dan rekan PKL lain hanya bisa pasrah, apalagi kebutuhan keluarga saat ini semua serba mahal sementara pendapatan kami minim sekali.

“Saya hanya berharap keadaan kembali normal dan bisa membiayai kebutuhan keluarga,” pungkasnya.[rt]

Comment