Dipicu Pernyataan Gubernur, Fraksi PDIP Walk Out dari Paripurna DPRD Jabar

Politik693 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung –  Fraksi PDI Perjuangan, partai dengan kursi terbesar ketiga di parlemen Jabar, secara serentak melakukan walk out dari ruang sidang pada Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, Jumat (16/5/2025),

Suasana ruang sidang rapat paripurna mendadak memanas, Aksi itu dipicu pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dinilai telah merendahkan martabat DPRD.

Paripurna yang sedianya membahas pandangan fraksi terhadap sejumlah Raperda usulan Pemprov dan respons gubernur terhadap usulan legislatif, berubah menjadi panggung protes terbuka.

Ketegangan dimulai saat Anggota Fraksi PDIP Doni Maradona Hutabarat melakukan interupsi tepat setelah sidang dibuka pimpinan dewan.

“Kami merasa pernyataan Gubernur saat Musrenbang di Cirebon beberapa waktu lalu sangat menyinggung lembaga ini. Ini bukan soal pribadi, ini menyangkut marwah lembaga DPRD sebagai representasi rakyat,” tegas Doni dengan suara tinggi di tengah ruang sidang.

Senada dengan Doni, anggota Fraksi PDIP lainnya, Memo Hermawan, menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap Gubernur Dedi yang dinilainya tak menunjukkan penghormatan terhadap peran DPRD.

“Beberapa bulan terakhir, hubungan antara eksekutif dan legislatif berjalan tanpa saling menghargai. Kami meminta pimpinan DPRD menjaga martabat lembaga ini. Harmonisasi tak bisa dibangun dengan retorika merendahkan,” kata Memo.

Memo kemudian menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PDIP untuk meninggalkan sidang, termasuk Wakil Ketua DPRD dari PDIP, Ono Surono. Tak lama kemudian, barisan legislator berlambang banteng itu berdiri dan keluar dari ruang sidang.

Langkah walk out ini mengirim sinyal politik keras kepada Gubernur Dedi Mulyadi yang belakangan dinilai kerap menggunakan narasi populis namun konfrontatif terhadap lembaga legislatif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemprov Jabar maupun Gubernur terkait desakan klarifikasi tersebut.

Sikap PDIP menjadi eskalasi terbaru dari hubungan yang kian memburuk antara Pemprov Jabar dan DPRD sejak Dedi Mulyadi menjabat gubernur.[R]

Comment