Koperasi Harus Dikelola Profesional untuk Mengejar Kemanfaatan Ekonomi

Edukasi, Ekonomi159 views

REPUBLIKAN – Koperasi tidak boleh dipandang sebagai organisasi kemasyarakatan semata. Koperasi adalah badan usaha yang harus dikelola secara profesional untuk mengejar kemanfaatan ekonomi. Prinsip optimalisasi berlaku, sehingga pengelola koperasi dituntut memiliki kompetensi keilmuan dan keterampilan usaha yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Hal itu disampaikan Drs. H. Yoedani, MM., yang menyebut dirinya sebagai “profesional koperasi”. Di tengah kesibukannya sebagai dosen, trainer, ketua koperasi, serta General Manager KKB Ikopin University, Yoedani menegaskan pentingnya pengelolaan koperasi berbasis profesionalisme.

“Koperasi adalah badan usaha. Maka pengelolaannya harus dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki bekal ilmu dan skill usaha, bukan dengan pikiran kosong dan menjadikan koperasi sekadar kendaraan,” ujar Yoedani, pria asal Cimahi yang pernah menjalankan tugas ke Malaysia dan Jepang.

Menurut dia, membangun koperasi bukan tanpa syarat. Ada dua faktor utama yang menentukan maju atau hancurnya koperasi, yakni moralitas dan kompetensi. Keduanya harus berjalan beriringan.

“Kalau koperasi hancur karena dikelola dosen, problemnya biasanya moralitas. Kalau koperasi hancur karena dikelola mahasiswa, problemnya ada pada kompetensi,” katanya.

Yoedani menambahkan, koperasi harus memiliki kejelasan model bisnis dan skala usaha. Tanpa perencanaan yang matang, koperasi sulit berkembang dan bersaing di tengah dinamika ekonomi.

KKB Ikopin University, sebagai koperasi milik keluarga besar Ikopin University, menjadi ruang pembuktian sekaligus pertaruhan intelektual. Saat ini, koperasi tersebut tengah bertransformasi dan berupaya keluar dari kondisi stagnan menuju pengelolaan yang lebih modern dan berdaya saing.

Di kawasan pendidikan Jatinangor, KKB Ikopin University hadir dengan konsep yang mengintegrasikan ruang belajar, belanja, dan tempat berkumpul, guna mendukung aktivitas akademik sekaligus ekonomi sivitas akademika.

“Transformasi koperasi adalah keniscayaan. Tanpa profesionalisme, koperasi akan tertinggal,” ujarnya.[R]

Comment