Rafael Situmorang DPRD Jabar: Pemuda Punya Peran Penting dalam Perjalanan Sejarah Bangsa

Politik1,008 views

REPUBLIKAN, Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Rafael Situmorang, SH hadiri seminar kepemudaan yang di selenggarakan yayasan Walagri Sembilan Tiga sebagai nara sumber yang bertemakan peran pemuda dalam kontestasi politik bertempat di Hotel Front one Jalan peta nomor 236-238 Bojongloa Kaler kota bandung, Rabu (11/5/2023).

Hadir ketua Yayasan Walagri Sembilan Tiga Anton Sulton dan juga Hadir selaku narasumber Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet, Vera dosen Unpas yang dimoderatori oleh Joko Suryono (aktivis 98 Jabar), dan sekaligus seminar tersebut di buka oleh Ketut Wiriada mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat.

Diacara tersebut sambutan selaku ketua Yayasan Waladri Anton Sulton menyampaikan, “Yayasan Walagri Sembilan Tiga fokus pada persoalan Kemanusiaan, sosial, kesehatan dan pendidikan, namun kali ini mengangkat tema Pemuda dalam kontestasi politik, Karena kebetulan tahun ini adalah tahun politik maka kita pun Ikut meramaikan momentum tahun politik ini, dan mudah mudahan kita yang hadir disini memberikan kontribusi yang baik untuk masa depan bangsa ini”,ucapnya.

Pada kesempatan pertama selaku Nara sumber Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet menerangkan posisi pemuda dan media punya andil yang sangat besar dalam maju mundurnya Jawa Barat maupun Indonesia dalam kontestasi politik.

“Maka itu kalau kita runut sebelum negara ini berdiri sampai hari ini , itu tidak lepas dari peran pemudanya, dengan peran pemuda berpolitik maka kita dapat mencegah hal yang terburuk bagi bangsa ini”,katanya.

Selanjutnya Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Rafael Situmorang, SH dapil Bandung – Cimahi memaparkan”, seminar peran pemuda dalam kontestasi politik ini agar para pemuda tidak gagap menghadapi tahun tahun politik, sejarah pemuda adalah sejarah luar biasa”,ujarnya.

“Sejarah bangsa Indonesia telah menunjukkan politik dan golongan muda adalah dua entitas yang koheren dan bersinggungan. Keterlibatan golongan muda dalam kancah politik telah dimulai sejak masa perjuangan dan dilanjutkan hingga kini”,tutur politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Lanjut Rafael,”Intinya pemuda kita selalu punya peranan penting dalam perjalanan sejarah bangsa, realitas politik sekarang belum tentu sesuai dengan realitanya, yang populer itu belum tentu yang terbaik, pesan saya pemuda harus punya sikap ,memilih pemimpin yang memiliki ide yang baik dan solutif dan politik uang harus kita lawan”,pungkasnya.

Idealisme generasi muda dituntut (dalam Pemilihan). Jangan mau diberi uang untuk memilih pemimpin tertentu, meskipun sedang sulit. Inilah harga diri generasi muda dalam memilih pemimpin.

Menurutnya, hak politik yang diberikan oleh negara harus ditunaikan dengan baik, dengan cara menjaga idealisme yaitu memilih pemimpin yang terbaik, bukan karena iming-iming uang.

Lebih jauh Rafael memaparkan, dalam mencari sosok pemimpin terbaik, maka generasi muda harus mencari informasi sebanyak mungkin. Di era post truth, generasi muda harus sadar untuk tidak mudah terpengaruh karena informasi tersebut bisa berupa narasi manipulatif yang kebenarannya dipertanyakan.

“Maka nalar anak muda dituntut untuk mengkombinasikan akal dan hati memilih pemimpin yang sebaiknya seperti apa. Yang juga membutuhkan kecerdasan digital agar tidak salah memilih informasi,” terang Rafael.[r]

Comment