Perjuangan Enjang Tedi DPRD Jabar, dalam Memulangkan Ela yang Hilang di Arab Saudi

Politik449 views

REPUBLIKAN, Garut – Sosok Ela jadi buruan wartawan lantaran sebelumnya ia dikabarkan hilang kontak di Arab Saudi. Ia yang menjadi pekerja migran di Timur Tengah diduga jadi korban kekerasan majikan. Pihak keluarga bergegas mencari bantuan, termasuk kepada pria yang satu ini. Ia adalah Enjang Tedi, anggota DPRD Jawa Barat asal Garut.

Pria yang satu ini bisa jadi merupakan salah satu orang yang namanya tidak akan pernah dilupa oleh Ela Lastari dan keluarga. Pada medio Agustus 2023, warga Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat itu menjadi sorotan media setelah dirinya berhasil pulang ke Tanah Air.

Pada Mei 2023, Enjang mendapat kabar tersebut dan langsung bergerak cepat dengan mendatangi keluarga Ela untuk mengumpulkan data dan informasi lebih lengkap. Ia juga segera berkomunikasi dengan rekannya yang sedang bertugas sebagai Panitia Pemilihan Luar Negeri di Riyadh untuk melacak keberadaan Ela.

Pun, berkoordinasi dengan Biro Hukum Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Pusat. Enjang Tedi juga mendampingi keluarga Ela membuat laporan ke Polres Garut. Bahkan, di sela sidang parpurna DPRD Jawa Barat, Enjang mengabarkan kasus Ela kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Semua ikhitiar itu berbuah manis. Ela diketahui keberadaannya dan pemulangannya pun segera diproses. Syahdan, Ahad, 13 Agustus 2023, Ela kembali menginjakkan kakinya di Tanah Air. “Alhamdulillah ini kado HUT ke-78 RI. Kita sukses pulangkan Ibu Ela,” ujar Enjang saat menjemput Ela di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Ia mengaku bahagia bisa membantu warga sesuai dengan kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Termasuk saat dirinya ikut memperjuangkan nasib ribuan guru honorer yang kemudian diangkat menjadi PPPK.

“Bagi saya, guru honorer adalah bagian dari perjalanan hidup. Sebelum seperti sekarang, saya menjadi guru honorer selama lima tahun. Mengajar di sekolah yang berada di kampung. Sekolah itu sengaja didirikan untuk memudahkan masyarakat mengakses pendidikan. Saya diminta turut membantu,” papar putra kelima enam bersaudara dari pasangan Kosim (Alm) dan Ami Resmi itu kepada REPUBLIKAN.CO, Jumat, (13/1/2023).

Baginya, dunia pendidikan bukanlah hal baru. Ia lahir dan besar di kalangan pendidik. Ayahnya adalah guru. Tak heran, kendati saat itu dirinya masih kuliah di FIKOM Unpad, saat masyarakat memintanya untuk mengajar di sekolah rintisan itu, Enjang tidak bisa menolak.

Apalagi, keberadaan sekolah di kampung tersebut sangat dibutuhkan. Sekolah yang ada jaraknya terbilang jauh. Sekitar tiga kilometer. “Kalau sekolahnya dekat rumah, masyarakat pasti terbantu. Anak-anak tidak terlalu jauh ke sekolah dan pengeluaran orangtua berkurang. Jadi tidak perlu ongkos buat naik angkot,” ujarnya.[R]

Comment