Anggota DPRD Jabar Enjang Tedi Gelar Launching dan Bedah Buku di STAIDA Garut

Politik450 views

REPUBLIKAN, Bandung – Launching dan bedah buku bertema “komunikasi dakwah struktural studi fenomologi komunikasi dakwah Bupati Garut dalam pengelolaan zakat, infaq, shodaqoh” di STAIDA Garut jln. Bratayuda Garut Kota, Garut.

Enjang Tedi Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PAN adalah penulis buku tersebut, pada kesempatanya mengatakan, “Jadi sebenarnya buku ini dulu asalnya tesis S2 saya di program studi komunikasi penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Nah waktu itu tesis saya persis sama struktural kemudian fenomena studi fenomenologi komunikasi jadi kita melihat Beberapa fenomena yang terjadi di Kabupaten Garut,” katanya, Sabtu (6/7/2024).

“Bupati melakukan dakwah balasan kemudian dakwah dengan tulisan juga dengan kebijakan ini yang kemudian menjadi dasar penelitian buku ini,” imbuhnya

Enjang Tedi menjelaskan, waktu itu kalau dilihat pengelolaan zakat sebenarnya sudah ada Perda sejak tahun 2014/ 2015 tapi belum dilaksanakan ketika Bupati Garut Rudi Gunawan baru menjabat, kalau fenomena penerimaan zakat di Kabupaten Garut tahun 2016 sekitar 800 juta setelah 4 tahun meningkat tajam 8 sampai 10 miliar.

“Ini yang menarik untuk dilakukan bahkan Bupati, dimana sering kali menyampaikan agar ASN di Kabupaten Garut itu menyalurkan zakat profesinya melalui baznas bahkan sebenarnya ada kebijakan payroll Syistem yang diprotes oleh PGRI,” ujarnya.

Namun, dikatakan ia, setelah distribusinya betul kemudian dikembalikan ke sektor pendidikan misalnya ada beberapa program terkait dengan baznas ada Garut cerdas dan sehat, Garut Makmur

“Kemudian setelah selesai tesis itu setelah selesai S2 saya kirimkan tesis saya itu ke Bupati Garut, justru sebenarnya yang inspirasi menginisiasi,menyarankan untuk menjadi buku tesis itu sebenarnya Pak Rudy Gunawan,” terangnya.

“Jadi ketika saya berikan tesisnya saya, lalu saya laporkan pak Bupati saya sudah selesai S2 di UIN ini hasilnya, kata beliau supaya dibukukan,” katanya

Tapi kenapa cetaknya tertunda, dikatakan ia, karena waktu itu Bupati supaya baznas untuk mencetak tapi mungkin alokasi anggarannya tidak ada sehingga kemudian tertunda.

“Jadi saya cetak sendiri bukunya gitu, kenapa sekarang ya baru sekarang. Kemudian sebenarnya ini harapannya Pak Rudinya hadir di sini cuma kemarin ke rumahnya beliau sedang ke Jawa Timur kemudian saya minta Pak Sekda, Pak Sekda hari ini di Jakarta Jadi ini seperti internal tapi enggak apa-apa,” ujarnya.

Kenapa buku ini penting, menurut Enjang, karena ternyata kebijakan dakwah struktural yang dilakukan oleh Bupati efektif untuk meningkatkan pendapatan dana Baznas. Kemudian yang kedua pesan kebijakan publik Perda pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh itu bisa menjadi pesan dakwah kebijakan publik.[R]

Comment