Puncak Perayaan Cap Go Meh 2576 di Vihara Widhi Sakti Sukabumi Berlangsung Meriah

Pemerintahan875 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Puncak Perayaan Cap Go Meh 2576 tahun 2025 digelar di depan Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi,  Senin (3/3/2025). Meskipun kondisi hujan, acara tetap berlangsung meriah dan dipadati warga. Acara ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, dan unsur Forkopimda. Sebelum kirab atau pawai Cap Go Meh berkeliling kota, ditampilkan pertunjukan seni tradisional dari kasepuhan adat.

“Semoga perayaan Cap Go Meh 2576 dapat memberikan suasana baru sehingga kita dapat lebih menata kehidupan masyarakat menjadi lebih harmonis, aman, damai, dan sejahtera,” ujar Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji dalam sambutannya.

Cap Go Meh, yang juga dikenal dengan sebutan Festival Lampion, diadakan setiap tanggal 15 bulan pertama dalam kalender Tionghoa, atau dua minggu setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Kusmana bersyukur perayaan ini bisa dilaksanakan dengan penuh suka cita dan kegembiraan. Ia menjelaskan bahwa Cap Go Meh memiliki asal mula sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian dan usaha pada awal abad ke-7 Masehi.

Perayaan Cap Go Meh diawali dengan parade dan arak-arakan di sepanjang jalan pada pagi hari. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan tarian tradisional dan modern, serta pertunjukan yang paling dinanti-nanti, yakni Barongsai Gie Say yang menunjukkan barongsai ikonik Kota Sukabumi.

“Dalam perayaan Cap Go Meh, pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa,” cetus Kusmana. Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan, dan pengusir hal-hal buruk. Kusmana merasa bangga dan bersyukur dengan adanya perayaan Cap Go Meh ini.

Kusmana berharap perayaan ini dapat meningkatkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman budaya di Kota Sukabumi yang sudah terkenal sebagai Kota Toleran. “Kota Toleran ini dibentuk berdasarkan variabel teknis pendukung terselenggaranya kerukunan umat beragama,” jelasnya.

Salah satu indikasinya adalah terselenggaranya kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang aman, tertib, dan lancar. Dalam sudut pandang yang luas, Kota Toleran menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat yang semakin dewasa dan plural dalam memandang keberagaman. (Dev).

 

Comment

News Feed