Bupati Cianjur Resmikan Jembatan Cibogo-Cisentul yang Telah Rampung

Pemerintahan699 views

REPUBLIKAN, CIANJUR – Bupati Cianjur, M. Wahyu Ferdian, meresmikan Jembatan Cibogo-Cisentul yang sebelumnya rusak akibat bencana alam. Peresmian berlangsung di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Sabtu (29/3/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Wahyu menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menangani kerusakan jembatan tersebut. Upaya itu dimulai dari pembangunan jembatan darurat hingga rampungnya pembangunan jembatan utama yang kini dapat digunakan kembali oleh masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Mudah-mudahan jembatan ini bisa membantu masyarakat di sini. Saya titip, tolong dijaga termasuk lingkungannya. Jangan buang sampah ke sungai, buanglah sampah di tempatnya. Sampah adalah tanggung jawab kita semua. Jika sungai bersih, insyaallah jembatan pun akan aman,” ujar Bupati Wahyu.

Jembatan Cibogo-Cisentul merupakan jalur utama yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Sukaresmi, seperti Desa Cimaju, Desa Cibanteng, Desa Rawabelut, dan desa lainnya di wilayah tersebut. Pembangunan jembatan ini menjadi solusi penting bagi mobilitas warga.

Andris, seorang tokoh masyarakat Desa Ciwalen, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan ini. Ia mengakui bahwa masyarakat sempat cemas menghadapi bulan puasa dan Lebaran karena harus menggunakan jembatan darurat yang tidak memadai.

“Tadinya masyarakat resah, terutama menjelang bulan puasa dan Lebaran, karena jembatan runtuh. Walaupun ada jembatan darurat, tetapi tidak selebar dan sekuat yang sekarang ini. Kami atas nama masyarakat Desa Ciwalen, khususnya warga Kampung Cibogo-Cisentul, mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan jajarannya atas pembangunan jembatan ini,” ucap Pak Andris.

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, jajaran Forkopimcam Kecamatan Sukaresmi, perangkat desa, tokoh masyarakat, alim ulama, serta warga setempat. (Widi).

Comment