SPMB 2025: SMAN 7 Bandung Catat 252 Pendaftar, Sekolah Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Edukasi443 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Proses pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di SMAN 7 Kota Bandung terus berjalan dengan antusiasme tinggi dari calon peserta didik. Hingga Jumat (13/6/2025), tercatat sebanyak 252 pendaftar telah masuk ke sistem, baik secara daring maupun luring.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Humas sekaligus Koordinator Pengaduan SPMB SMAN 7 Bandung, Sopian, dalam wawancara yang berlangsung pada Senin (16/6/2025). Menurutnya, dari total jumlah pendaftar, sekitar 30 siswa datang langsung ke sekolah karena mengalami kendala jaringan internet di rumah masing-masing. Sementara itu, sebanyak 222 siswa lainnya berhasil mendaftar melalui platform SPMB secara online.

“Alhamdulillah, meski sempat terjadi gangguan server dari hari pertama hingga Kamis (12/6/2025), sistem sudah kembali normal sejak Jumat lalu,” ungkap Sopian.

Tahun ini, SMAN 7 Bandung membuka kuota penerimaan siswa baru sebanyak 360 siswa untuk tahap satu dan dua. Sopian menjelaskan bahwa meskipun istilah pendaftaran berubah dari PPDB menjadi SPMB, secara teknis tidak banyak perbedaan. “Istilahnya saja yang berubah. Tahun lalu kita menyebutnya PPDB, sekarang SPMB. Jalur zonasi pun kini dinamakan jalur domisili,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pihak sekolah untuk melaksanakan proses seleksi secara jujur dan transparan sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat. “Kami pastikan tidak ada praktik siswa titipan. Proses penerimaan harus bersih, adil, dan akuntabel,” tegasnya.

Menghadapi pelaksanaan SPMB di masa mendatang, Sopian menyampaikan harapan agar kualitas layanan kepada peserta didik dan orang tua bisa terus ditingkatkan. “Pelayanan di sekolah harus responsif, ramah, dan minim kendala teknis seperti gangguan server. Baik secara daring maupun tatap muka, semuanya harus berjalan lancar,” ucapnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih siap dalam menyiapkan dokumen persyaratan sejak jauh-jauh hari, seperti dokumen domisili, surat mutasi kerja bagi yang berpindah tugas, serta dokumen prestasi akademik dan non-akademik untuk jalur prestasi. “Dengan persiapan matang, proses pendaftaran akan jauh lebih mudah dan tidak terganggu urusan administratif,” tambahnya.

Sopian menutup dengan komitmen bahwa pihak sekolah akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelayanan ke depan semakin baik. “Insyaallah, kami akan terus berupaya agar kendala-kendala seperti tahun ini tidak terjadi lagi di masa depan,” pungkasnya.[R]

Comment