Tia Fitriani Serap Aspirasi Warga Sayati, Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan

Politik447 views

 

REPUBLIKAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani, kembali menyambangi konstituennya dalam rangka Reses Masa Sidang III Tahun 2024–2025. Titik kelima kali ini digelar di Jalan Terusan Kopo Sayati, Gang H. Mulya No. 275, RT 06 RW 05, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (25/7/2025).

Sejumlah elemen masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama, pengurus Posyandu, PKK, ketua RT/RW, hingga relawan Dulur Satia dan pengurus Partai NasDem turut meramaikan agenda reses tersebut.

Dalam sambutannya, Tia Fitriani menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen penting untuk menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat.

“Melalui reses ini kami ingin mendengar dan mencatat langsung apa yang menjadi kebutuhan warga. Kami tidak hanya hadir untuk menyapa, tetapi juga memperjuangkan aspirasi agar masuk dalam kebijakan pembangunan Jawa Barat,” ujarnya.

Tia mengungkapkan bahwa sebelum turun ke lapangan, dirinya sempat berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat mengenai program yang menjadi prioritas untuk disampaikan saat reses. Gubernur menyarankan agar fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur dan jalan, dua sektor yang menjadi sorotan utama dalam Program Prioritas Pemprov Jabar Tahun Anggaran 2025.

Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Kualitas Pendidikan

Dalam pemaparannya, Tia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

Untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), anggaran pendidikan naik signifikan dari Rp 60 miliar menjadi Rp 1,2 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk membangun lebih dari 3.000 ruang kelas baru, pembebasan lahan, hingga pembangunan unit sekolah baru dalam dua tahun ke depan.

Sementara itu, sektor infrastruktur juga mengalami lonjakan alokasi anggaran. Untuk perbaikan jalan provinsi, pemerintah menganggarkan Rp 2,4 triliun dengan target penyelesaian hingga 2026. Bahkan, pengembangan transportasi massal seperti monorel dan reaktivasi jalur kereta tengah dikaji serius.

Di sektor kesehatan, Pemprov Jabar menargetkan pengadaan 200 unit ambulans baru dan pembangunan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit di daerah terpencil.

Tia juga menyoroti program pemberdayaan pemuda, mulai dari pendirian sekolah sepak bola hingga penyelenggaraan liga sepak bola tingkat kabupaten/kota bertajuk Piala Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat.

Dorong Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sampah

Selain sektor sosial, isu lingkungan juga menjadi perhatian. Pemprov tengah mendorong pengembangan energi terbarukan melalui proyek PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan mikrohidro, serta pengelolaan sampah berbasis energi di sejumlah desa.

Tia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyampaikan persoalan-persoalan di wilayah masing-masing.

“Warga jangan ragu menyampaikan keluhan atau usulan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi pembangunan daerah butuh peran dan sinergi dari semua elemen,” kata Tia.

Ia berharap, melalui momentum reses ini, komunikasi antara warga, pemerintah desa, dan DPRD bisa semakin solid demi terciptanya pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan.[R]

Comment