Resmikan TPST Baru, Pemkot Cimahi Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu

Pemerintahan186 views

REPUBLIKAN, Kota Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Utama Cimahi Selatan, Selasa (10/2/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, peringatan HPSN harus dimaknai sebagai momentum untuk mendorong aksi nyata dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia menegaskan, persoalan sampah tidak boleh lagi menjadi ancaman bagi keselamatan lingkungan dan masyarakat.

“Peresmian TPST Utama Cimahi Selatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus berbenah. Sampah harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberi manfaat dan menjamin keselamatan lingkungan,” ujar Ngatiyana.

Ngatiyana menjelaskan, TPST Utama Cimahi Selatan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 10 hingga 15 ton sampah per hari. Dengan timbulan sampah Kota Cimahi yang mencapai sekitar 234 ton per hari, keberadaan TPST ini diharapkan mampu mengurangi beban pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mendukung program Cimahi Zero to TPA.

Peringatan HPSN sendiri memiliki makna historis bagi Kota Cimahi, mengingat tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 2005. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah yang serius, terencana, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah merupakan isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan data SIPSN 2025, dengan jumlah penduduk sekitar 584 ribu jiwa, timbulan sampah Kota Cimahi berkisar antara 234 hingga 250 ton per hari.

“Saat ini tingkat pengelolaan sampah baru mencapai sekitar 49,6 persen. Masih ada lebih dari 50 persen sampah yang perlu ditangani secara optimal,” kata Chanifah.

Sebelumnya, Kota Cimahi telah memiliki dua TPST utama, yakni TPST Santiong dan TPST Lebaksaat di wilayah Cimahi Utara. Kehadiran TPST Utama Cimahi Selatan diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kapasitas pengolahan, serta memperkuat sistem pengelolaan sampah yang sudah berjalan.

Chanifah menjelaskan, TPST Utama Cimahi Selatan memanfaatkan bangunan eks pabrik yang sudah tidak beroperasi, sehingga proses penyediaan fasilitas dapat dilakukan lebih cepat. Selain pengolahan utama, fasilitas ini juga dilengkapi unit finishing goods untuk mengolah residu menjadi produk bernilai guna seperti refuse derived fuel (RDF).

“TPST ini melayani wilayah Cimahi Selatan yang menampung lebih dari separuh penduduk Kota Cimahi. Keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, khususnya dalam pemilahan sampah dari sumber,” ujarnya.

Ke depan, pengembangan pengolahan sampah di Kota Cimahi juga diarahkan pada produk bernilai tambah lainnya, seperti kompos, biomassa, magot kering, biji plastik, hingga paving block. Pemerintah Kota Cimahi berharap peresmian TPST Utama Cimahi Selatan menjadi tonggak penguatan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. [R/Bid.IKPS]

Comment