Prajurit TNI Gugur di Lebanon, FPN Desak Pemerintah Tegas Sikapi Israel

REPUBLIKAN – Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur akibat serangan artileri Israel di Lebanon, Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut juga menyebabkan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka.

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit Indonesia dalam tugas misi perdamaian internasional tersebut.

“Duka cita yang dalam bagi Indonesia atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Saatnya Presiden Prabowo Subianto mengutuk Israel dengan tegas,” ujar Furqan dalam keterangannya.

Menurutnya, insiden ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempertegas arah kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya dalam menentang segala bentuk penjajahan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Furqan menilai, selama ini publik masih mempertanyakan ketegasan sikap Presiden Prabowo terhadap agresi militer Israel, termasuk dalam konflik di Palestina maupun ketegangan dengan Iran. Meski dalam berbagai forum internasional seperti KTT D-8, forum selatan-selatan, hingga Sidang Umum PBB Presiden kerap menyuarakan perlawanan terhadap imperialisme, namun belum terlihat sikap konkret terhadap Israel.

“Kita khawatir publik menilai Presiden tidak konsisten dan hanya beretorika dalam melawan imperialisme,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti sejumlah kebijakan luar negeri yang dinilai memicu pertanyaan publik, seperti keterlibatan dalam skema kerja sama internasional tertentu hingga perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat. FPN mendorong pemerintah untuk mengevaluasi berbagai kebijakan tersebut, termasuk rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza serta keberadaan UNIFIL di Lebanon.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi dari Mabes TNI, prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon. Ia merupakan personel Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa selain korban gugur, tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ketiganya adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait keselamatan pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di wilayah konflik, sekaligus memicu desakan agar pemerintah mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas dalam merespons dinamika geopolitik global.[R]

Comment