FWP Jabar Siap Kawal Ketat SPMB 2025/2026: Pastikan Proses Bersih, Transparan, dan Tanpa Pungli

Edukasi429 views

REPUBLIKAN — Forum Wartawan Pendidikan (FWP) Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 agar berlangsung bersih dari praktik kecurangan dan pungutan liar (pungli).

SPMB tahun ini akan kembali digelar secara online dan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama akan dibuka pada 10–16 Juni 2025 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada 24 Juni hingga 1 Juli 2025.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan turun langsung ke lapangan, melakukan kontrol sosial di berbagai daerah di Jawa Barat untuk memastikan seleksi berjalan sesuai regulasi. Jika ada pelanggaran, akan kami laporkan,” ujar Ahmad Mualif, Ketua FWP Jabar, saat ditemui di ITB Kampus Jatinangor, Senin (9/6/2025).

Ahmad menyampaikan, kerja jurnalistik yang mereka lakukan dilandasi oleh UU Pers No. 40 Tahun 1999 serta UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurutnya, keterlibatan pers dalam pengawasan publik merupakan bagian penting dari upaya menjaga integritas pendidikan.

Dalam proses seleksi SPMB tahap I, jenjang SMA dibuka melalui tiga jalur: domisili (35%), afirmasi (30%), dan mutasi (5%). Sementara SMK menambahkan jalur persiapan kelas industri (20%). Untuk SLB, seleksi didasarkan pada kesesuaian kebutuhan khusus calon peserta dengan sekolah tujuan.

Tahap II dibuka untuk jalur prestasi akademik dan non-akademik, dengan kuota bervariasi tergantung jenjang dan kebijakan sekolah masing-masing.

Disdik Jabar juga menunjukkan komitmen serius melalui penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama yang dilakukan serentak pada 5 Juni 2025. Langkah ini digagas oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, sebagai wujud komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam proses SPMB.

“Ini adalah ikhtiar bersama. FWP Jabar akan terus berada di garda depan mengawasi agar masyarakat, khususnya calon peserta didik, mendapat keadilan dalam proses seleksi,” tegas Ahmad.[R]

Comment