DPRD Kota Cimahi Sambut Meriah Food Festival Kuliner Jawa Tengah se-Bandung Raya

Politik2 views

REPUBLIKAN, Kota Cimahi – Halaman dan Pendopo DPRD Kota Cimahi dipadati masyarakat dalam kegiatan Food Festival Kuliner, Bazar Gerakan Pangan Murah, dan Silaturahmi Akbar Paguyuban Jawa Tengah se-Bandung Raya, Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan sektor kuliner lokal.

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, acara tersebut bukan hanya menjadi ruang hiburan dan temu warga, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat Bandung Raya.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, dan menjaga semangat gotong royong antarwarga masyarakat, khususnya keluarga besar perantau Jawa Tengah di Bandung Raya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kota Cimahi sebagai kota penyangga ibu kota Provinsi Jawa Barat memiliki posisi strategis di kawasan Bandung Raya. Dengan jumlah penduduk mencapai 584.820 jiwa berdasarkan data semester II tahun 2025, Cimahi menjadi daerah yang tumbuh dinamis dengan masyarakat yang beragam.

Dalam sambutannya, Wahyu juga menyoroti kontribusi masyarakat perantau Jawa Tengah yang dinilai turut berperan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, banyak warga Jawa Tengah di Bandung Raya yang sukses menjadi pelaku usaha, tokoh masyarakat, pendidik, hingga penggerak sosial.

“Nilai budaya masyarakat Jawa Tengah yang santun, ramah, sederhana, dan menjunjung tinggi kekeluargaan menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Festival kuliner yang menjadi bagian utama acara turut menghadirkan berbagai makanan khas Jawa Tengah seperti gudeg, nasi liwet, sate kere, tengkleng, garang asem, lumpia, hingga aneka jajanan tradisional. Wahyu menilai kuliner bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi rakyat.

Ia pun mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, festival seperti itu memberikan ruang promosi, memperluas jaringan usaha, dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal.

Selain festival kuliner, bazar Gerakan Pangan Murah juga mendapat perhatian masyarakat. Program tersebut dinilai membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

“Ini adalah bentuk nyata semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang harus terus kita hidupkan bersama,” ujarnya.

Wahyu berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga di Bandung Raya, khususnya di Kota Cimahi.[R]

Comment