EIGER Dukung Penuh Film Bara dan Hutan Rahasia, Wali Kota Bandung Ajak Pelajar Menonton

Politik4 views

REPUBLIKAN – Komitmen terhadap pelestarian alam dan penguatan nilai-nilai keluarga menjadi alasan PT Eigerindo Multi Produk Industri melalui merek EIGER memberikan dukungan penuh terhadap film petualangan keluarga Bara dan Hutan Rahasia.

Dukungan tersebut ditegaskan dalam konferensi pers yang digelar di EIGER Adventure Flagship Store Sumatera, Jalan Sumatera No. 23, Kota Bandung, Rabu, (5/8/2026).

Konferensi pers dihadiri Direktur EIGER Imanuel Wirajaya, tokoh Wanadri Ipong Witono dan Aat Suratin, perwakilan PT Serangkai Dipo Alam, sutradara Eman Pradipta, para pemeran film seperti Ramon Y. Tungka, Roykan Hidayat, Harvey Wiratmadja, Muhammad Alibra, serta pasangan musisi Bonita dan Adoi yang mengisi soundtrack film tersebut.

Direktur EIGER Imanuel Wirajaya mengatakan, dirinya telah menyaksikan Bara dan Hutan Rahasia bersama keluarga di Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung.

Menurut Imanuel, film tersebut menghadirkan perpaduan cerita petualangan dan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat sehingga layak menjadi tontonan bagi seluruh anggota keluarga.

“Film ini luar biasa, saya berkesempatan menontonnya bersama istri dan anak, saya berharap semakin banyak sineas Indonesia yang menghadirkan film keluarga berkualitas seperti ini, semoga film Bara dan Hutan Rahasia memperoleh hasil terbaik,” ujar Imanuel.

Perwakilan PT Serangkai Dipo Alam mengungkapkan bahwa peluncuran resmi film akan dipusatkan di Kota Bandung, Dipo menyebut sekitar 80 persen proses pengambilan gambar dilakukan di wilayah Bandung Raya.

“Kami sangat bersyukur karena sejak awal hingga akhir proses produksi mendapatkan dukungan penuh dari EIGER, ini menjadi kolaborasi yang sangat berarti,” kata Dipo.

Sementara itu, aktor Ramon Y. Tungka yang memerankan sosok ayah Bara mengaku masih merasakan emosi setiap kali menyaksikan film tersebut.

“Saya sudah menonton film ini dua kali dan setiap kali menonton tetap terharu, film ini dikerjakan dengan hati oleh lebih dari seratus orang yang terlibat dalam proses produksinya, semangat EIGER juga terasa kuat di dalam cerita film ini,” ungkap Ramon.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh Wanadri Ipong Witono menyampaikan apresiasinya terhadap ajakan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan agar para pelajar menyaksikan film tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Menurut Ipong, film Bara dan Hutan Rahasia sarat dengan pesan tentang kecintaan terhadap alam, kebersamaan keluarga, serta keberanian berpetualang, namun, Ipong berharap pelaksanaan kegiatan menonton bagi pelajar dapat melibatkan dukungan dunia usaha.

“Kami mendukung ajakan Wali Kota Bandung agar anak-anak sekolah menonton film ini, namun, alangkah baiknya jika kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bandung sebagai bentuk tanggung jawab sosial,” ujar Ipong.

Agenda nonton bersama yang digelar di Ciwalk Bandung pada 5 Agustus 2026 turut melibatkan keluarga, komunitas EIGER, Wanadri, perwakilan sejumlah dinas di Kota Bandung, serta insan media.

Kota Bandung dipilih sebagai lokasi utama promosi karena dinilai memiliki kedekatan kuat dengan semangat yang diusung film, yakni kecintaan terhadap alam, keharmonisan keluarga, dan jiwa petualangan.

Kedekatan itu juga tercermin dari lokasi syuting yang sebagian besar dilakukan di kawasan Puncak Upas, Kabupaten Bandung Barat, serta keterlibatan aktor cilik asal Bandung, Harvey Wiratmadja.

Perwakilan Rahadhyan Entertainment Studio selaku Executive Producer menegaskan, film Bara dan Hutan Rahasia tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang dialog antara orang tua dan anak.

“Bagi kami, Bara dan Hutan Rahasia bukan sekadar film keluarga, tetapi juga ruang untuk membuka percakapan antara anak dan orang tua, kami ingin film ini menjadi pengalaman bersama yang menghibur sekaligus meninggalkan kesan,” ujarnya.

Selain menyajikan kisah petualangan yang hangat, film ini juga menghadirkan album original soundtrack (OST) bertema keluarga dan kebersamaan yang dibawakan Bonita dan Adoi bersama putra mereka, Pram.

Melalui rangkaian promosi di Kota Bandung, para pembuat film berharap Bara dan Hutan Rahasia dapat menjadi salah satu film keluarga pilihan masyarakat Indonesia, meraih jutaan penonton, serta menyampaikan pesan utama yang menjadi ruh cerita, yakni bahwa “cinta yang baik bukanlah cinta yang mengekang, melainkan cinta yang memberi ruang untuk tumbuh”.[R]

Comment