Tia Fitriani Tegaskan Komitmen Politik Tanpa Mahar di Pendidikan Politik Partai NasDem Jabar di Neglasari

Politik423 views

REPUBLIKAN, Kabupaten Bandung– Semangat Partai NasDem dalam mengedepankan politik tanpa mahar dan berorientasi pada pengabdian kepada rakyat kembali ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani. Hal ini disampaikannya saat kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) Partai NasDem Jawa Barat 2025 yang digelar di GOR Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Senin (25/8/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Dulur Satia Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kabupaten Bandung, para Koordinator Kecamatan (Korcam) dari wilayah Pangalengan, Cimaung, Banjaran, dan Arjasari, serta Koordinator Desa (Kordes) se-Dapil VII.

Dalam sambutannya, Tia Fitriani mengajak seluruh kader dan relawan untuk terus menjaga semangat perjuangan politik yang bersih, tanpa mahar, dan berpihak kepada rakyat. Ia menekankan bahwa seluruh kader Partai NasDem harus benar-benar hadir dan memberi perhatian kepada masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing.

“Kita ini hadir karena amanah rakyat. Jangan pernah tinggalkan masyarakat yang telah mempercayai kita. NasDem tidak mengenal mahar politik, karena itu tugas kita adalah memastikan bahwa rakyat benar-benar merasakan kehadiran kita,” ujar Tia.

Tia Fitriani juga menceritakan awal perjalanannya bersama Partai NasDem sejak 2014. Ia mengungkapkan bahwa dirinya bukan berasal dari kalangan politisi ataupun tokoh masyarakat saat pertama kali terjun ke dunia politik.

“Saya bukan siapa-siapa ketika pertama kali bergabung dengan Partai NasDem. Tapi NasDem membuka ruang bagi siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Bukan soal latar belakang, tapi tentang niat dan komitmen untuk mengabdi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Partai NasDem menjadi satu-satunya partai yang secara konsisten menolak praktik politik uang dan mahar dalam pencalonan. “Sejak saya mencalonkan diri di 2014, kemudian 2019 hingga saat ini menjelang periode ketiga, tidak pernah ada potongan atau mahar. Karena kami meyakini, mereka yang terpilih harus mengabdikan seluruh jiwa dan raganya untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurut Tia, pendidikan politik bukan hanya sekadar teori, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Ia mendorong seluruh kader untuk turun langsung ke masyarakat, memperkuat jaringan relawan hingga ke tingkat desa, serta menjadi solusi atas permasalahan warga.

“Kita harus merapatkan barisan dan memperkuat jaringan Dulur Satia. Kader dan relawan harus hadir langsung, mengenal kondisi masyarakat, membantu kebutuhan mereka, dan menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami dinamika politik lokal sebagai bagian dari strategi perjuangan politik. “Kader NasDem harus mampu membaca peta politik di wilayahnya dan menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan proses pembangunan,” tambah Tia.

Kegiatan pendidikan politik ini merupakan bagian dari konsolidasi Partai NasDem dalam menyambut kontestasi politik mendatang. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah pembinaan kader agar terus menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian, solidaritas, dan kepedulian terhadap rakyat.

“Kalau ingin menang, jangan hanya turun saat kampanye. Kita harus hadir setiap saat di tengah masyarakat. Itulah semangat Partai NasDem,” pungkasnya.[R]

Comment