Kantongi Data Calo TKI Ilegal, DPRD Jabar Enjang Tedi Minta Keluarga Ela Lastari Lapor Polisi

Hukum, Politik, Sosial675 views

REPUBLIKAN, Kab Garut – Warga yang dinyatakan hilang kontak saat bekerja di Saudi masih menemukan titik buntu, inilah Penelusuran keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ela Lastari (39) warga asal Kampung Cikondang, Desa Tanjung Kamuning, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan, Ela Lastari telah melarikan diri dari kediaman majikannya bernama Khalid yang menurut tempat lahirnya, Khalid merupakan kelahiran daerah Qoisumah, wilayah Provinsi Timur Hafr Bathin.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Enjang Tedi pun mendorong pihak keluarga Ela untuk berani melaporkan tindakan pengiriman TKI ilegal diduga dilakukan oleh seorang inisial N serta suami dan anaknya.

“Ini harus diusut sampai tuntas agar ada efek jera bagi masyarakat lainnya berhubung dari info yang saya dapat, terduga nya sudah ada datanya, maka sesuai arahan BP2MI kita dorong keluarga untuk melaporkan ke Polisi,” ujar Enjang Tedi, Rabu (31/5/2023).

Wakil Ketua DPW PAN Jawa Barat ini pun menegaskan, pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat Kabupaten Garut agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming menjadi PMI menggunakan jalur ilegal.

“Ini menjadi pekerjaan kita semua bagaimana masyarakat harus diedukasi agar tidak mudah terjebak iming iming TKI ilegal. Masalah ini merupakan fenomena gunung Es, dan saya yakin korbannya bukan hanya satu orang, Ela saja. Tapi ada banyak korban lainnya lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, BP2MI Jawa Barat setelah berkoordinasi dengan Kemenlu RI dan KBRI menyampaikan bahwa Ela Lastari sudah melarikan diri dari rumah majikannya sejak bulan puasa lalu.

Pejabat fungsional BP2MI Jawa Barat, Neng Wepi, Selasa (30/5/2023) mengatakan, “Kemenlu sudah melakukan pengecekan ke perwakilan dari Saudi bahwa Saudi juga (melalui) perwakilan sudah mengecek ke majikannya bahwa Ela ini sejak puasa kemarin sudah kabur dari rumah majikan,” ujarnya.[r]

Comment