Pemda Bandung Barat Tahun Ini Berangkatkan 1183 Calon Jemaah Haji

Pemerintahan576 views

REPUBLIKAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) memberangkatkan calon jemaah haji KBB di Pusat Pendidikan Kavaleri Purabaya Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/5/2024)

Dalam sambutannya yang dibacakan Kabag Kesra Kabupaten Bandung Barat, Hassanudin, Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mendoakan agar para jemaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik agar menjadi haji yang mabrur.

“Hal yang dikerjakan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan syarat dan rukun yang ada, insya Allah, akan menjadi haji yang mabrur yang mendapat balasan surga dari Alllah Swt,” kata Arsan.

Ia juga berpesan agar para calon jemaah haji agar menjaga kehormatan Bandung Barat dan Indonesia, dengan mentaati segala kbb peraturan di lokasi pelaksanaan ibadah haji.

Arsan menjelaskan bahwa Bandung Barat pada tahun ini memberangkatkan jemaah haji sebanyak 1183 orang yang terbagi ke dalam kloter 46 dan 54.

Kabag Kesra Kabupaten Bandung Barat, Hassanudin, juga menyampaikan pesan agar Jemaah haji menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

“Jangan lupa makan bapak ibu, jangan ditunda-tunda. Pokoknya makan aja bu, pak. Menunya insya Allah menyehatkan,” kata Hassanudin.

Selepas melepas para calon jemaah haji Kepala Kepementerian Agama Kab.Bandung Barat, Tedi Ahmad Junaedi mengatakan bahwa keberangkatan hari ini adalah kloter pertama Bandung Barat dengan jumlah 440 orang, termasuk petugas.

“Keberangkatan hari ini adalah kloter pertama Bandung Barat. Jumlah jamaah dan petugas 440. 432 jamaah dan 8 petugas. Pemberangkatan hari ini berangkat dari Pusdikav Purabaya Padalarang dan istirahat di rest area pukul. 18.00 Wib untuk sholat Magrib dan akan tiba di Embarkasi Bekasi Pukul. 22.00 Wib,” kata Tedi.

Tedi juga mengatakan bahwa di Bandung Barat secara keseluruhan yang gagal berangkat tidak banyak. Tedi tidak menyebutkan jumlah calon jemaah haji yang gagal berangkat, tapi ia mengatakan kegagalan keberangkatan itu disebabkan ada calon jemaah yang meninggal dan ada yang sakit.

Ia juga berpesan agar para jemaah tidak melakukan banyak aktifitas sebelum puncak haji. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan para Jemaah.

“Saya kira untuk para jamaah ini diupayakan, sebelum puncak haji itu jangan dulu banyak beraktifitas ekstra. Tapi kita siapkan tenaga untuk puncak haji, karena cuaca disana sedang ekstrem. Nanti setelah puncak haji silakan mau melakukan sunah-sunah atau berjiarah,” kata Tedi.

Ditemui sebelum pemberangkatan, salah satu calon jemaah haji, Mochtar (50) warga asal Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, mengatakan bahwa bersyukur bisa berangkat haji, walaupun harus menunggu selama 10 tahun.

“Saya daftar dari tahun 2014 dan sekarang baru bisa berangkat. Jadi saya menunggu 10 tahun,” kata Mochtar.
Pria yang berangkat bersama istrinya tersebut mengaku pergi haji bersama rombongan dari tiga keluarga. Namun mereka tidak berangkat bersamaan karena berbeda Kelompok bimbingan haji. [Diskominfotik KBB]

Comment