Pasar Semi Modern Cibadak Jadi Pusat Ekonomi dan Hidupkan Suasana dengan Musik dan UMKM

REPUBLIKAN, SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyampaikan rasa syukur atas peresmian Pasar Semi Modern Terminal Cibadak ini. “Kita bersyukur bahwa peresmian tempat ini berjalan dengan lancar, terutama dengan adanya fasilitas untuk UMKM yang dapat mendukung kegiatan di malam hari,” ujar Marwan Hamami.

Bupati berharap dengan adanya pasar semi modern ini, kehidupan ekonomi di Cibadak dapat terus berkembang dan dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kita ingin masyarakat, terutama anak-anak muda yang punya bakat dalam musik atau para pengamen, dapat mengisi kegiatan di malam hari di sini. Selain musik, bisa juga diadakan kegiatan keagamaan seperti pengajian, sehingga kehidupan malam di Cibadak lebih berwarna,” tambahnya.

Marwan Hamami juga menyampaikan bahwa kesepakatan jam operasional pasar ini bisa diatur hingga pukul 22.00 malam, agar area ini tetap hidup dan tidak kosong. “Kebijakan ini diambil agar ruang di pasar ini tidak dibiarkan kosong, sebuah langkah yang benar-benar dimaksimalkan oleh pihak pengembang,” pungkasnya.

Masih di tempat yang sama Lay Hok Mehan, Direktur PT. Aloy Pengembangan Pasar Cibadak, menyampaikan kepada republikan.co bahwa peresmian ini sekaligus menjadi upaya untuk menghidupkan UMKM di wilayah terminal. “Kami ingin menghadirkan konsep kuliah malam agar bisa mendukung aktivitas pasar ini. Pasar Cibadak sebenarnya adalah pasar sembako, sehingga biasanya sudah sepi sekitar pukul 17.00 hingga 22.00. Kami ingin mengisi kekosongan itu dengan kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lay Hok Mehan menjelaskan bahwa mereka akan menata area ini agar tidak mengganggu lalu lintas dan menjadikannya ikon baru di Cibadak sebagai tempat untuk bersantai dan nongkrong. “Ini akan menjadi pasar dengan konsep warna-warni yang unik di Indonesia. Tujuannya adalah agar masyarakat tahu dan mulai mengenal bahwa di sini ada kegiatan kuliah malam serta tempat nongkrong yang bisa dinikmati, terutama saat malam minggu,” tambahnya.

Ke depan, Lay Hok Mehan juga berencana menyediakan panggung dengan konsep seperti di Jogja, lengkap dengan live music. “Kami ingin melibatkan anak-anak jalanan agar mereka juga bisa berpartisipasi dan merasakan suasana di sini,” pungkasnya. (Bud/dev)

Comment