Milad ke-119 Syarikat Islam Indonesia: DPC Kalapanunggal Momentum Bangkitnya Semangat Kaderisasi

Edukasi1,186 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI — Memperingati milad ke-119 tahun, Syarikat Islam Indonesia (PSII) diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan semangat kaderisasi dan perjuangan organisasi. Hal ini disampaikan oleh Agus Yusuf Ibrahim, Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sukabumi, saat acara yang digelar di Sekretariat Pemuda Muslimin di Jalan Kalapanunggal Km. 04, Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi.

Agus menjelaskan bahwa Syarikat Islam Indonesia, yang merupakan organisasi induk dari Pemuda Muslimin Indonesia, telah berperan penting dalam sejarah pergerakan bangsa. “Syarikat Islam Indonesia (PSII) merupakan salah satu pergerakan massa yang lahir pada awal 1900-an dan berkembang menjadi organisasi yang ditakuti oleh kolonial Belanda karena aktivitas politiknya yang sangat menonjol,” ujar Agus. Rabu (16/19/2024).

Selain di bidang politik, Syarikat Islam Indonesia juga bergerak dalam bidang ekonomi, terutama di sektor perniagaan, yang menjadi dasar awal terbentuknya organisasi ini. “Sebelumnya, Syarikat Islam Indonesia berawal dari kelompok himpunan dagang yang kemudian meluas ke berbagai sektor lain seperti sosial dan pendidikan,” tambah Agus.

Organisasi ini pertama kali didirikan dengan nama Syarikat Dagang Islam (SDI) pada 16 Oktober 1905 oleh H. Samanhudi di Solo, dan kemudian berkembang menjadi Syarikat Islam pada tahun 1912 di bawah bimbingan H.O.S Tjokroaminoto untuk memperluas cakupan pergerakan serta keanggotaannya. Sejak itu, Syarikat Islam Indonesia terus konsisten memperjuangkan berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, dakwah, sosial, dan pendidikan dengan tujuan utama menjalankan ajaran Islam secara luas dan mendalam.

Agus Yusuf Ibrahim berharap, pada milad ke-119 tahun ini, semangat perjuangan para kader dapat kembali bangkit dan semakin kuat dalam memperjuangkan cita-cita organisasi. “Pemuda Muslimin sebagai sayap organisasi dari Syarikat Islam Indonesia harus selalu mengusung trilogi organisasi, yaitu Sebersih-bersih Tauhid, Ilmu, dan Syiasah,” tegasnya.

Trilogi ini, menurut Agus, harus menjadi pegangan seluruh kader Pemuda Muslimin untuk membentuk anggota yang militan dan berdedikasi tinggi terhadap perjuangan organisasi induk Syarikat Islam Indonesia. “Kita harus menanamkan semangat para tokoh Syarikat Islam Indonesia dalam diri kita agar organisasi ini tetap bertahan dalam berbagai kondisi yang ada di Indonesia,” tutup Agus. (r)

Comment