MPLS SMAN 4 Cimahi Diikuti 552 Siswa Baru, Tanamkan Karakter Panca Waluya dan Cegah Perundungan

Edukasi7 views

REPUBLIKAN, Kota Cimahi – Sebanyak 552 siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 4 Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan diawali dengan apel persiapan MPLS yang digelar serentak di Jawa Barat sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 4 Cimahi, Ade Dodi, S.Ag., M.Pd, didampingi Ketua Pelaksana MPLS Royan Abdurrahman, S., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta didik baru.

“Alhamdulillah apel persiapan MPLS berlangsung dengan baik. Jumlah siswa baru yang mengikuti kegiatan sebanyak 552 orang dan seluruhnya hadir. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi untuk memulai pendidikan di SMAN 4 Cimahi,” ujar Ade Dodi, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, apel persiapan MPLS dimulai sejak pagi hari dan dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, pembina upacara menyampaikan pentingnya pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai Panca Waluya, yakni menjadi pribadi yang cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil).

“Nilai-nilai Panca Waluya menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini. Harapannya siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” katanya.

Ade Dodi menjelaskan, kegiatan MPLS di SMAN 4 Cimahi akan berlangsung selama lima hari. Sebelum memasuki agenda utama, para siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah agar lebih mengenal sarana dan prasarana yang akan digunakan selama menempuh pendidikan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MPLS Royan Abdurrahman menyebut tema MPLS tahun ini mengacu pada program Gapura Panca Waluya yang diterapkan secara serentak di seluruh sekolah di Jawa Barat.

“Tema MPLS mengikuti kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Gapura Panca Waluya. Sekolah menyesuaikan seluruh kegiatan dengan tema tersebut,” ujarnya.

Royan menegaskan pihak sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik baru. Untuk mencegah terjadinya perundungan, guru dan tenaga kependidikan secara aktif menyambut siswa setiap pagi sebagai bentuk pelayanan dan pendekatan yang humanis.

“Kami ingin siswa merasa diterima dan dihargai sejak hari pertama masuk sekolah. Karena itu setiap pagi guru menyambut mereka dengan baik agar tidak ada perasaan direndahkan atau mengalami perlakuan yang mengarah pada perundungan,” katanya.

Selama MPLS, para siswa akan mendapatkan berbagai materi, di antaranya pengenalan nilai-nilai Panca Waluya, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pengenalan lingkungan sekolah, etika berlalu lintas, hingga wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Materi yang diberikan tidak hanya tentang lingkungan sekolah, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penguatan wawasan kebangsaan sebagai bekal mereka selama menempuh pendidikan,” ujar Royan.

Dengan berbagai materi tersebut, SMAN 4 Cimahi berharap peserta didik baru dapat beradaptasi dengan cepat, memahami budaya sekolah, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak baik.[R]

Comment