BEM Universitas Muhammadiyah Bandung Dukung Tindakan Tegas Wameni Investasi Lawan Premanisme di Cilegon

Edukasi453 views

REPUBLIKAN, Bandung – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung, Muhammad Tazakka Ahsan, mengungkapkan dukungan penuh terhadap langkah Wakil Menteri Investasi/Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, yang melaporkan dugaan aksi premanisme terhadap PT Chengda ke pihak berwenang.

Ahsan menilai tindakan tersebut sebagai langkah yang tepat untuk menjamin kepastian hukum, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia.

“Tindakan tegas Wakil Menteri Investasi sangat kami apresiasi. Negara harus menunjukkan sikap tegas terhadap aksi premanisme yang mengganggu pelaku usaha. Penegakan hukum perlu ditegakkan agar investor merasa yakin dengan komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha yang sehat,” ujar Ahsan.

Ia juga menyoroti bahwa aksi premanisme seperti yang dialami PT Chengda tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak kepercayaan investor dan menghambat perkembangan kawasan industri strategis di Indonesia.

“Premanisme bukan sekadar tindakan kriminal, tetapi juga ancaman bagi iklim investasi. Tindakan ini menciptakan ketidakpastian dan menghambat kemajuan ekonomi, termasuk di sektor ketenagakerjaan dan pembangunan daerah,” tambahnya.

BEM UM Bandung mendesak aparat penegak hukum untuk menangani laporan ini secara transparan dan profesional, guna memastikan perlindungan bagi pelaku usaha yang berinvestasi secara legal.

“Kami berharap kasus seperti ini tidak terulang, terutama di wilayah yang sedang berkembang sebagai pusat investasi. Negara harus hadir dengan sikap tegas untuk mencegah gangguan terhadap pembangunan nasional,” tegas Ahsan.

Di akhir pernyataannya, Ahsan menegaskan bahwa BEM UM Bandung akan terus mengawal isu-isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah dan nasional.

“Kami berkomitmen untuk selalu mendukung keadilan, kepentingan rakyat, dan kemajuan bangsa. Tidak ada tempat bagi tindakan yang merusak semangat pembangunan,” tutupnya.[R]

Comment