Hari Terakhir PCMB 2026, SMAN 2 Cimahi Soroti Kendala Sistem dan Minta Evaluasi Menyeluruh

Edukasi9 views

REPUBLIKAN, Kota Cimahi – Memasuki hari terakhir pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 2 Kota Cimahi mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti tahapan awal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Namun demikian, pihak sekolah menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi bahan evaluasi, terutama terkait sistem aplikasi dan sosialisasi kebijakan baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Cimahi, Prayekti, S.Pd., mengatakan sistem penerimaan peserta didik yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya sebenarnya sudah berjalan cukup baik dan stabil. Menurutnya, perubahan mekanisme yang hampir dilakukan setiap tahun justru membuat sekolah dan masyarakat harus kembali beradaptasi dari awal.

“Kalau menurut saya, sistem yang sebelumnya sebenarnya sudah cukup bagus dan stabil. Tinggal dimantapkan lagi. Ketika setiap tahun berubah, sekolah maupun masyarakat harus belajar lagi memahami aturan dan mekanisme yang baru,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.

Prayekti menilai minimnya sosialisasi terhadap sistem baru menyebabkan banyak masyarakat kebingungan saat proses PCMB berlangsung. Selain itu, perubahan kuota dan kebijakan yang terjadi setiap tahun turut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam memberikan pemahaman kepada calon murid maupun orang tua.

Ia juga menyoroti munculnya istilah “sekolah unggulan” atau “sekolah maung” yang dinilai berpotensi memunculkan kembali pengelompokan sekolah favorit dan nonfavorit.

“Kalau ada sekolah unggulan, masyarakat akan kembali menganggap ada sekolah favorit. Padahal selama ini arah kebijakan pendidikan adalah pemerataan mutu pendidikan sehingga tidak ada lagi stigma sekolah favorit maupun sekolah biasa,” katanya.

Selain itu, Prayekti mengusulkan agar hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat dipertimbangkan pada seluruh jalur penerimaan, tidak hanya jalur prestasi akademik.

“Kalau bisa nilai TKA diperhitungkan di semua jalur sehingga kualitas input peserta didik yang diterima lebih merata,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Cimahi, Encep Sutisna, S.Pd menjelaskan pelaksanaan PCMB berlangsung sejak 2 hingga 8 Juni 2026. Secara umum proses berjalan lancar meskipun masih ditemukan sejumlah kendala teknis pada sistem aplikasi.

“Kendalanya masih sama, yaitu pada sistem aplikasi. Sampai saat ini masih ada beberapa gangguan yang dirasakan masyarakat saat mengakses layanan pendaftaran,” katanya.

Berdasarkan data sementara hingga hari terakhir pelaksanaan PCMB, jumlah pendaftar yang telah terverifikasi mencapai 775 calon murid dari berbagai jalur penerimaan. Sementara jumlah akun yang telah melakukan pendaftaran tercatat mencapai sekitar 1.400 akun.

Untuk jalur prestasi akademik berbasis rapor, jumlah pendaftar tercatat mencapai 360 orang. Jalur prestasi nonakademik kuota 30 orang dengan pendaftar sekitar 80 orang. Jalur kepemimpinan dengan kuota tiga orang telah diikuti lima pendaftar. Adapun jalur perpindahan tugas orang tua dengan kuota enam orang telah diikuti 10 pendaftar.

Sementara itu, jalur domisili dengan kuota 173 orang telah menarik minat 239 pendaftar. Jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) dengan kuota 75 orang tercatat telah diikuti 59 pendaftar hingga hari terakhir.

Menurut Encep, tingginya jumlah pendaftar tidak terlepas dari kekhawatiran masyarakat terhadap mekanisme penerimaan tahun ini yang mewajibkan calon murid mengikuti PCMB sebelum masuk ke tahapan SPMB reguler.

“Masyarakat khawatir jika kuota sudah terpenuhi melalui PCMB, maka peluang pada tahap berikutnya menjadi lebih kecil. Karena itu banyak yang memilih segera mendaftar sejak awal,” ujarnya.

SMAN 2 Cimahi sendiri pada tahun ajaran 2026/2027 mendapat kuota sebanyak 504 siswa yang akan ditempatkan dalam 12 rombongan belajar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kuota reguler sebelumnya karena adanya tambahan kuota sebagai sekolah penyangga.

Menghadapi pelaksanaan SPMB tahun ini, pihak sekolah berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang digunakan, khususnya terkait stabilitas aplikasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Harapan kami, sistem ini benar-benar dimatangkan terlebih dahulu sebelum diterapkan. Jangan sampai di tengah pelaksanaan masih banyak gangguan teknis yang membuat masyarakat panik dan akhirnya datang berbondong-bondong ke sekolah untuk meminta penjelasan,” kata Encep.

Ia berharap ke depan sistem penerimaan murid baru dapat berjalan lebih lancar sehingga masyarakat memperoleh kepastian informasi tanpa harus mengalami kendala teknis yang berulang.

“Dengan sistem yang matang dan sosialisasi yang baik, masyarakat akan lebih siap dan proses penerimaan murid baru bisa berjalan lebih optimal,” tuturnya.

Naskah ini disusun dengan gaya berita pendidikan khas Pikiran Rakyat: fokus pada fakta lapangan, kutipan narasumber, data pendaftar, serta aspek evaluasi kebijakan pendidikan.[R]

Comment