Silaturahmi Budaya dan Pelestarian Warisan Leluhur, Pandangan Dadang Carmana di Forkopimda Cup 2

Ragam767 views

REPUBLIKAN, Bandung Barat – Kepala Desa Ciwaruga, Dadang Carmana, menyambut antusias gelaran Forkopimda Cup 2 “Ulin Usik Jawara” yang berlangsung meriah di Kecamatan Parongpong, Sabtu (31/05/2025). Bagi Dadang, acara yang mempertemukan ratusan pendekar dari berbagai paguyuban pencak silat ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang penting untuk membangun karakter dan kebanggaan generasi muda terhadap budaya sendiri.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Forkopimda Cup adalah ajang silaturahmi budaya, tempat anak-anak kami menyalurkan minat dan bakat dalam suasana positif, disiplin, dan penuh nilai-nilai luhur,” ujarnya saat ditemui usai pembukaan acara.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 265 pendekar dari 16 paguyuban menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam 156 penampilan seni silat, mulai dari seni tunggal, ganda, hingga regu, diiringi musik tradisional yang menggugah suasana.

Dorong Pengakuan Prestasi dan Pembinaan Berkelanjutan

Dadang juga mendorong agar prestasi para peserta, khususnya yang berasal dari Desa Ciwaruga dan sekitarnya, mendapat pengakuan resmi dalam dunia pendidikan.

“Banyak anak-anak kita yang berlatih keras dan menunjukkan dedikasi tinggi. Saya berharap prestasi mereka dalam pencak silat bisa tercatat dan diakui, bahkan digunakan sebagai salah satu syarat saat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” tegasnya.

Ia menilai, ajang seperti Forkopimda Cup menjadi contoh ideal bagaimana budaya bisa menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus mendorong potensi generasi muda untuk tampil di tingkat yang lebih tinggi.

Pencak Silat Sebagai Warisan yang Hidup

Sebagai tokoh masyarakat, Dadang Carmana mengapresiasi semangat pelestarian budaya dalam kegiatan ini. Ia percaya pencak silat bukan hanya olahraga atau pertunjukan seni, tetapi warisan hidup yang sarat nilai-nilai kebangsaan, spiritualitas, dan kebersamaan.

“Pencak silat adalah jalan hidup. Melalui ajang seperti ini, kita menghidupkan kembali warisan leluhur yang membentuk jati diri bangsa,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten, ia berharap Forkopimda Cup dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Hayu urang jaga budaya urang, lain saukur ku carita, tapi ku lampah sapopoe,” tutupnya penuh semangat.[R]

Comment