Eka Santosa: Jangan Jadikan Kebun Binatang Bandung Korban Kepentingan Bisnis

Ragam527 views

REPUBLIKAN, Bandung – Polemik pengelolaan Kebun Binatang Bandung kembali mencuat dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat adat dan budayawan. Drs. H. Eka Santosa, Duta Sawala (Kesekjenan) Masyarakat Adat Jawa Barat, angkat bicara menyikapi sengketa hukum yang melibatkan Pemerintah Kota Bandung dan sejumlah pihak atas pengelolaan kawasan bersejarah tersebut.

Menurut Eka, Kebun Binatang Bandung bukan sekadar tempat rekreasi keluarga, melainkan salah satu identitas budaya dan pusat pendidikan hayati yang telah memberi kontribusi besar dalam membentuk karakter dan pengetahuan generasi muda, khususnya di Bandung dan Jawa Barat.

“Dari sisi budaya, Kebun Binatang Bandung merupakan kekhasan Kota Bandung sebagai pusat ilmu pengetahuan dan rekreasi. Sudah banyak nilai dan pengetahuan yang ditanamkan kepada anak-anak didik dari tempat ini,” ujar Eka Santosa dalam pernyataan resminya, Kamis (4/7/2025).

Lebih dari sekadar wahana edukatif, lanjutnya, Kebun Binatang Bandung juga menjadi ruang pelestarian seni dan tradisi lokal, seperti pencak silat, sisingaan, dan berbagai atraksi budaya lainnya yang kerap dipentaskan di area tersebut.

Namun, Eka menyesalkan bahwa kawasan yang memiliki nilai historis dan kultural ini kini justru menjadi ajang rebutan antar pihak yang dibawa ke ranah hukum. Terlebih, mencuat isu bahwa di balik sengketa tersebut, terdapat kepentingan segelintir pengusaha yang ingin mengalihfungsikan kawasan bonbin menjadi area komersial.

“Sangat disayangkan jika ada upaya menjadikan Kebun Binatang sebagai perhotelan atau pusat perbelanjaan. Ini bukan hanya soal lahan, tetapi soal warisan budaya dan jati diri kota ini,” tegas Eka.

Atas nama para Olot (tetua adat) se-Jawa Barat, ia mendesak Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tidak mengubah fungsi dan status kawasan Kebun Binatang.

“Kami mengingatkan, hormatilah mereka yang telah menjaga dan memelihara Kebun Binatang dari generasi ke generasi. Kepada para pengusaha yang berambisi memperkaya diri lewat pengalihan fungsi kawasan ini, insyaflah. Jangan tunggu kemarahan budaya. Ada batas kesabaran kami,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Kota Bandung terkait kelanjutan pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Namun, desakan dari tokoh adat dan masyarakat sipil kian menguat agar kawasan itu tetap dipertahankan sebagai ruang publik berbasis konservasi dan budaya.[R]

Comment