Eka Santosa Soroti Penunjukan Susi Pudjiastuti di Bank bjb: Antara Kebanggaan dan Kekhawatiran

Ekonomi, Ragam39 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen bank bjb menuai beragam tanggapan publik. Di tengah apresiasi terhadap sosok nasional yang dikenal tegas dan berprestasi, muncul pula pandangan kritis yang mengajak untuk melihat keputusan ini secara lebih mendalam.

Salah satu suara tersebut datang dari Eka Santosa, yang mengaku sebagai sahabat dekat Susi. Dalam perbincangan santai di kawasan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (30/4/2026), Eka menyampaikan rasa bangga atas capaian rekannya itu, namun juga menyisipkan sejumlah catatan penting.

“Sebagai teman, tentu saya senang. Susi itu sosok pengusaha yang sudah membuktikan diri, baik di bidang perikanan, bisnis lobster, hingga penerbangan,” ujar Eka.

Meski demikian, ia menilai dunia perbankan memiliki karakter berbeda dibanding sektor usaha yang selama ini digeluti Susi. Menurutnya, industri keuangan sangat bergantung pada kepercayaan serta sistem yang kompleks, sehingga membutuhkan pengalaman dan pemahaman khusus.

Eka mengingatkan agar penunjukan tersebut tidak hanya dilandasi faktor popularitas. Ia mengkhawatirkan nama besar Susi justru dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

“Saya hanya khawatir, jangan sampai nama besar Susi dipakai untuk manuver atau kepentingan tertentu, apalagi ini menyangkut institusi keuangan yang sangat sensitif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eka juga menyinggung peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memastikan kelayakan figur di sektor perbankan. Ia berharap proses seleksi tetap berjalan objektif dan profesional, tanpa terpengaruh tekanan opini publik.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Eka berharap tidak ada lagi figur publik yang berada dalam posisi yang kurang sesuai dengan latar belakangnya.
“Kasihan kalau hanya dijadikan alat. Nama besar Susi dipakai, padahal mungkin bank bjb bukan tempat yang paling tepat,” ujarnya.

Kendati demikian, pernyataan Eka disampaikan dengan nada santai. Ia bahkan menyatakan dukungan penuh apabila Susi kembali ke sektor yang telah membesarkan namanya.

“Kalau Susi kembali ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, saya dukung 2.000 persen,” katanya sambil tertawa.

Menutup pernyataannya, Eka menekankan pentingnya pertimbangan matang dalam mengambil keputusan strategis.

“Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya dipikir-pikir dulu. Ini bukan soal mampu atau tidak, tapi soal kecocokan,” pungkasnya.

Penunjukan ini menjadi momentum reflektif dalam melihat relasi antara popularitas, kompetensi, dan kebutuhan institusi. Di satu sisi, figur kuat seperti Susi dapat meningkatkan kepercayaan publik. Namun di sisi lain, kehati-hatian tetap diperlukan agar keputusan strategis benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia perbankan nasional.[R]

Comment