Ais Ramlan Tegaskan Pentingnya Kebersihan Dapur MBG Setelah Keracunan Massal di Cipongkor

Peristiwa286 views

REPUBLIKAN – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sorotan tajam, terutama dari tokoh masyarakat setempat, Ais Ramlan.

Ais Ramlan menyoroti serius insiden yang terjadi pada 22 dan 24 September 2025 ini, di mana total korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 631 orang.

Ais Ramlan, yang juga merupakan tim sukses pemenangan Prabowo-Gibran, secara tegas memberikan peringatan kepada semua dapur MBG di wilayah Cipongkor agar lebih memperhatikan kelayakan dan kebersihan makanan yang disajikan kepada para siswa.

“Rabu, 24 September 2025, sudah terjadi lagi keracunan di wilayah Cipongkor, kampung halaman saya, tolong kepada dapur-dapur MBG yang ada di Cipongkor diperhatikan kelayakannya, dan kebersihannya sebelum makanannya diberikan kepada anak-anak generasi penerus bangsa,” ujar Ais, Rabu (24/9/2025), di Jakarta.

Insiden keracunan terbaru terjadi pada Rabu, 24 September 2025, di mana korban berasal dari SMK Karya Perjuangan.

Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Negladari. Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, menyatakan bahwa dalam beberapa jam saja, jumlah korban yang berdatangan mencapai 220 orang dan terus bertambah.

Ini merupakan kejadian kedua setelah keracunan massal pertama yang terjadi pada Senin, 22 September 2025.

Saat itu, korban keracunan MBG di Desa Sirnagalih mencapai 411 orang. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia N. Sukandar, sebagian korban telah diizinkan pulang, sementara sisanya masih dalam penanganan medis.

Secara rinci, dari 411 korban keracunan pertama, 47 orang menjalani rawat inap dan 364 lainnya rawat jalan.

Gejala yang dialami para korban sangat beragam, mulai dari mual (288 orang), pusing (159 orang), muntah (109 orang), hingga sesak napas (100 orang) dan sakit perut (112 orang). Dua korban bahkan dilaporkan mengalami kejang.

Korban-korban ini tersebar dan ditangani di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain:

Posko Puskesmas: 93 orang (semua sembuh)

RSUD Cililin: 35 orang (16 rawat inap, 19 rawat jalan)

Posko Kecamatan: 255 orang (15 rawat inap, 240 rawat jalan)

RSIA Anugrah: 22 orang (10 rawat inap, 12 rawat jalan)

Klinik Permata Hati: 6 orang (semua rawat inap)

Ais Ramlan tidak hanya menyoroti kasus ini sebagai masalah kesehatan semata, namun juga sebagai ancaman terhadap citra program pemerintah.

Ais Ramlan menekankan bahwa niat mulia Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program MBG tidak boleh rusak hanya karena kelalaian pihak dapur yang diduga hanya memikirkan keuntungan.

“Jangan sampai karena ulah kalian merusak program mulia Presiden RI Prabowo Subianto,” tegas Ais.

“Saya tidak mau terjadi lagi. Kebetulan saya tim pemenangan Prabowo-Gibran, saya tidak mau niat mulia Presiden Prabowo dan citranya menjadi rusak gara-gara dapur-dapur yang hanya mencari keuntungan saja,” tegas Ais Rlamlan.

Sebagai tokoh masyarakat, Ais merasa terpukul dengan kejadian ini dan memberikan ultimatum kepada Camat Cipongkor

Ais Ramlan mendesak agar Camat turun langsung dan melakukan inspeksi ke seluruh dapur MBG di wilayahnya untuk memastikan kelayakan dan kebersihan makanan.

“Saya beri ultimatum kepada Camat di Cipongkor agar keliling ke dapur-dapur MBG yang ada di Cipongkor, coba dicek kelayakan dan kebersihannya karena ini program Presiden Prabowo, jangan sampai program ini rusak,” pungkas Ais.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti dari keracunan massal ini dan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.[R]

Comment