Raden Tedi Apresiasi KDM Bangkitkan Marwah Budaya Sunda Lewat Kirab Milangkala Tatar Sunda 2026

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi IV Fraksi PAN, H Raden Tedi, ST, MM memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 yang digelar pada 16–17 Mei 2026 di Kota Bandung dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Menurut Raden Tedi, kegiatan budaya yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap budaya dan jati diri Sunda di tengah derasnya arus modernisasi.

“Pak Dedi Mulyadi berhasil menghadirkan kembali kebanggaan urang Sunda. Ini bukan hanya acara hiburan, tetapi gerakan kebudayaan yang menyentuh hati masyarakat Jawa Barat,” ujar Raden Tedi.

Kirab budaya tersebut menjadi perhatian masyarakat luas karena Gubernur yang akrab disapa KDM itu turun langsung memimpin kirab dengan menunggangi kuda putih sambil mengawal Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, simbol kehormatan dan kejayaan peradaban Sunda.

Raden Tedi menilai, langkah tersebut menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya bertugas membangun infrastruktur fisik, tetapi juga harus menjaga akar budaya dan identitas masyarakatnya.

“Ketika pemimpin mau turun langsung membawa simbol budaya, itu memberikan pesan kuat bahwa budaya Sunda bukan barang kuno, melainkan kebanggaan yang harus dijaga,” katanya.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 sebelumnya melintasi sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur hingga Kota Bandung sebagai puncak acara. Ribuan masyarakat terlihat memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan prosesi budaya tersebut.

Menurut Raden Tedi, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa budaya Sunda masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jawa Barat dan perlu terus dilestarikan secara nyata melalui kegiatan budaya yang melibatkan rakyat secara langsung.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dampak positif dalam mempererat persatuan masyarakat lintas daerah di Jawa Barat. Kehadiran berbagai delegasi budaya dari kota dan kabupaten menjadi simbol kuat bahwa budaya mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan politik maupun golongan.

Selain itu, Raden Tedi menilai kegiatan budaya berskala besar seperti ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, seniman daerah, hingga sektor pariwisata lokal yang ikut bergerak selama rangkaian acara berlangsung.

“Budaya adalah kekuatan bangsa. Jangan sampai urang Sunda kehilangan jati dirinya di tanah sendiri. Apa yang dilakukan KDM hari ini layak diapresiasi karena berhasil membangkitkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya Sunda,” tegasnya.

Raden Tedi berharap Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda dapat menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar semangat pelestarian budaya terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 pun kini tidak hanya dikenang sebagai pesta budaya semata, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan identitas, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Sunda.[R]

Comment