Ajat Sudrajat Wakili KBMI di Konferensi ILO Swiss, Bawa Isu Ketenagakerjaan Indonesia ke Forum Dunia

Ragam54 views

REPUBLIKAN, Jenewa – Ajat Sudrajat yang mewakili delegasi Indonesia sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pengurus Pusat Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI), menghadiri pembukaan Konferensi Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss, Senin (1/6/2026).

Dalam keterangannya dari Jenewa, Ajat menyampaikan salam kepada para pekerja dan anggota serikat buruh di Indonesia. Ia memastikan kondisi delegasi Indonesia dalam keadaan baik dan siap mengikuti seluruh rangkaian sidang serta pembahasan yang berlangsung selama konferensi.

“Kami menyampaikan salam hangat dari Jenewa, Swiss. Alhamdulillah kondisi kami baik dan akan terus mengikuti seluruh agenda sidang ILO hingga selesai,” ujar Ajat.

Menurutnya, keikutsertaan delegasi Indonesia dalam konferensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperjuangkan berbagai isu ketenagakerjaan yang selama ini menjadi perhatian pekerja di Tanah Air. Sejumlah isu yang akan dibahas di antaranya terkait regulasi ketenagakerjaan, sistem pengupahan, perlindungan hak-hak pekerja, hingga peningkatan kesejahteraan buruh.

Ajat mengatakan delegasi Indonesia akan terlibat dalam berbagai sidang pleno maupun kelompok kerja yang membahas isu-isu strategis ketenagakerjaan di tingkat global.

“Kami akan mengikuti berbagai sidang dan kelompok kerja yang membidangi isu-isu penting yang juga menjadi perjuangan buruh di Indonesia, seperti undang-undang ketenagakerjaan, upah buruh, dan kesejahteraan pekerja,” katanya.

Ia menilai perjuangan tersebut membutuhkan kerja sama dan soliditas seluruh anggota delegasi Indonesia. Selain itu, dukungan dari negara-negara lain maupun organisasi buruh internasional dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menyuarakan aspirasi pekerja.

Ajat berharap delegasi Indonesia dapat membangun komunikasi yang baik dengan berbagai delegasi dari negara lain guna memperoleh dukungan moral terhadap sejumlah agenda yang diperjuangkan.

“Kami berupaya berbaur dan berdiskusi dengan delegasi negara lain, baik antarsesama serikat buruh maupun antarnegara. Dukungan tersebut sangat penting agar isu-isu yang kami perjuangkan untuk pekerja Indonesia mendapat perhatian dan dukungan dalam forum internasional,” ujarnya.

Konferensi ILO merupakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari berbagai negara untuk membahas kebijakan serta standar ketenagakerjaan internasional. Forum ini menjadi salah satu wadah penting dalam merumuskan arah perlindungan dan kesejahteraan pekerja di tingkat global.[R]

Comment