Makodim 0618/Kota Bandung, 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Mulai Disalurkan di Kota Bandung, Pemkot Siapkan Titik Charging

REPUBLIKAN– Sebanyak 200 unit becak listrik mulai disalurkan kepada para pengayuh becak di Kota Bandung. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengayuh becak lanjut usia yang masih mengandalkan tenaga fisik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Makodim 0618/Kota Bandung, Jalan Bangka Nomor 2, Kota Bandung, Jumat, 18 September 2026.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program sosial yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Selain becak listrik, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan tablet pintar, kacamata pintar, serta santunan bagi para Veteran Republik Indonesia dari Peruri.

Ketua Yayasan GSN Letjen (Purn) DR. Teguh Arief mengatakan, program becak listrik tersebut berawal dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi para pengayuh becak yang telah berusia lanjut.

Menurut Teguh, perhatian tersebut muncul setelah Presiden melihat langsung kondisi seorang pengemudi becak berusia sekitar 70 tahun yang masih harus bekerja dengan mengandalkan kekuatan fisik.

“Program ini adalah program inisiatif dan perhatian dari Pak Prabowo yang melihat ada seorang pengemudi becak yang usianya sudah lanjut 70 tahun, sudah kurus, kemudian penuh dengan peluh,” ujar Teguh kepada awak media seusai penyerahan bantuan.

Pada tahap awal, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan ke sejumlah wilayah di Kota Bandung. Jumlah penerima bantuan tersebut disebut akan ditambah secara bertahap.

Pemkot Bandung Siapkan Titik Pengisian

Penyaluran becak listrik sekaligus menghadirkan kebutuhan baru, yakni fasilitas pengisian daya. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan konsep Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak (SPKLB).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan para camat untuk mengusulkan sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai titik pengisian daya.

Sejumlah kawasan strategis, termasuk kemungkinan lokasi di kawasan wisata, akan dikaji sebagai calon titik pengisian.

Farhan mengatakan, penentuan lokasi SPKLB tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemkot Bandung perlu mengetahui terlebih dahulu spesifikasi becak listrik, terutama kapasitas baterai, lama waktu pengisian, serta jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengisian.

“Kita akan koordinasi dengan camat-camat untuk mengusulkan titik-titik charging. Apakah di tempat wisata atau tidak, nanti akan dipelajari dulu kapasitas cas dan berapa jarak tempuh per kilometer. Itu yang akan menentukan titiknya,” kata Farhan.

Menurutnya, ketersediaan titik pengisian menjadi bagian penting agar becak listrik yang telah diterima masyarakat dapat digunakan secara optimal untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sasar Pendidikan dan Anak Penyandang Disabilitas

Program sosial melalui Yayasan GSN tidak hanya menyasar para pengayuh becak. Dukungan juga diberikan di bidang pendidikan dan bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Sebanyak 200 tablet disalurkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa sekolah dasar. Bantuan tersebut juga ditujukan bagi siswa di daerah tertinggal, dengan skema satu sekolah dasar mendapatkan 20 perangkat.

Selain itu, sebanyak 10 kacamata pintar diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas. Perangkat tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi pendidikan, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.

Yayasan GSN menyebut program sosial yang dijalankan mencakup sejumlah bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan hingga kemanusiaan.

Dihadiri Sejumlah Pejabat

Kegiatan penyerahan bantuan di Makodim 0618/Kota Bandung tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan GSN Letjen (Purn) DR. Teguh Arief, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE, MM, beserta para pejabat utama Kodam III/Siliwangi.

Hadir pula Wali Kota Bandung M. Farhan, anggota DPRD Kota Bandung, Ketua Pengadilan Kota Bandung, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Bandung yang diwakili Kasi Intel Kejari Kota Bandung.

Dari jajaran Kodim 0618/Kota Bandung hadir Dandim 0618/KB Letkol Inf. Albert Francesca, M.Han, beserta para perwira staf, para Danramil di wilayah Kodim 0618/KB, serta anggota Kodim 0618/KB.

Dengan mulai disalurkannya 200 becak listrik, perhatian berikutnya tertuju pada kesiapan infrastruktur pendukung. Pemkot Bandung kini perlu memastikan titik pengisian daya berada di lokasi yang mudah dijangkau dan sesuai dengan pola aktivitas para pengayuh.

Keberadaan SPKLB diharapkan dapat menunjang pemanfaatan becak listrik sehingga bantuan yang telah diterima para pengayuh, khususnya mereka yang telah lanjut usia, dapat benar-benar digunakan untuk mendukung aktivitas mencari nafkah.[R]

Comment