Pemkot Cimahi Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Underpass Gatot Subroto

Pemerintahan162 views

REPUBLIKAN – Pemerintah Kota Cimahi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sejumlah instansi vertikal menggelar Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto, Senin (19/1/2026). Rapat yang berlangsung di Markas Kodim 0609/Cimahi, Jalan Gatot Subroto Nomor 248, tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan pembangunan infrastruktur vital di Kota Cimahi.

Rapat koordinasi dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, di antaranya Sekretaris Jenderal Perkeretaapian dan Direktur Prasarana Perkeretaapian, Vice President PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung, serta sejumlah pimpinan instansi TNI, termasuk Direktur Utama Pussenarmed, Direktur Utama Kodiklat TNI, dan para Asisten Logistik di lingkungan Mabes TNI. Hadir pula Kepala KPKNL Bandung, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Bina Marga dan BPKAD Provinsi Jawa Barat, Wali Kota Cimahi, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Cimahi dan dilanjutkan pemaparan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengenai arah kebijakan pembangunan underpass. Paparan teknis turut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional, khususnya pengoperasian Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

“Pembangunan underpass ini merupakan implementasi amanat peraturan perundang-undangan di bidang transportasi guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi sistem transportasi perkotaan,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dengan menghilangkan perlintasan sebidang, mengurai kemacetan akibat tingginya frekuensi perjalanan kereta api termasuk feeder KCJB, serta meningkatkan kepastian waktu tempuh. Selain itu, underpass ini diharapkan memperlancar akses menuju fasilitas layanan kesehatan, khususnya Rumah Sakit Dustira, dan mengoptimalkan kinerja transportasi jalan maupun kereta api melalui pemisahan jalur yang aman dan efisien.

Sementara itu, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa anggaran pembangunan fisik underpass telah dialokasikan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan nilai sekitar Rp100 miliar. Pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung selama 10 bulan atau sekitar 300 hari kalender, dengan target penyelesaian pada akhir 2026.

Meski demikian, terdapat potensi pergeseran waktu hingga 2027 apabila proses kesiapan lahan, administrasi, serta penyelesaian persoalan sosial membutuhkan waktu lebih panjang. Saat ini, dokumen lingkungan masih dalam tahap penyusunan. “Pekerjaan fisik diharapkan dapat dimulai pada Maret, dengan catatan kesiapan lahan menjadi faktor kunci,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh pihak mendukung penuh pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto. Para peserta juga menyetujui penggunaan lahan yang berada di bawah kewenangan masing-masing instansi, dengan proses administrasi penggantian atau pemanfaatan lahan diselesaikan secepatnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebagai penutup, rapat diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Kesepakatan oleh seluruh peserta rapat. Dokumen tersebut menjadi dasar tindak lanjut dan percepatan pelaksanaan pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi.[R]

Comment