UPTD PU Wilayah 3 Cicurug Prioritaskan Perbaikan Tujuh Ruas Jalan Rusak Berat di Kabupaten Sukabumi

Pemerintahan71 views

REPUBLIKAN, SUKABUMI – UPTD PU Wilayah 3 Cicurug memprioritaskan penanganan tujuh ruas jalan di Kabupaten Sukabumi yang tingkat kerusakannya sudah melebihi 50 persen. Perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

Kepala UPTD PU Wilayah 3 Cicurug, Asep Saipuloh, mengatakan tujuh ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan yakni Parungkuda-Bojongpari, Pakuwon-Bojonggenteng, Pakuwon-Cipeuteuy, Caringin-Cidahu, Cicurug-Cidahu, Citiis-Gunung Endut, serta Cisaat Tangkil-Cipeuteuy Cianteng.

“Ketujuh ruas jalan tersebut menjadi prioritas yang harus ditangani UPTD PU Wilayah 3 Cicurug,” kata Asep saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Raya Siliwangi, Parungkuda, Kamis (8/10/2026).

Selain itu, pihaknya juga masih menyelesaikan sejumlah ruas jalan lain, seperti Sundawenang, Bojonggenteng, dan Angkrong yang memerlukan penanganan lanjutan.

Asep menjelaskan, salah satu pekerjaan yang saat ini bisa direalisasikan adalah penanganan bahu jalan di ruas Parungkuda-Bojongpari pada STA 1+400. Kegiatan tersebut didanai melalui anggaran rekonstruksi jalan.

Menurut dia, pelebaran bahu jalan diperlukan untuk mengurangi risiko kendaraan besar terperosok saat harus menepi di ruas yang memiliki lebar terbatas.

“Tujuannya agar kendaraan besar yang terkadang melintas tidak mengalami ablas ketika harus menepi karena kondisi jalan yang sempit,” ujarnya.

Tak hanya itu, penanganan bahu jalan juga diharapkan dapat memberikan ruang lebih bagi kendaraan roda dua maupun kendaraan kecil, terutama saat arus lalu lintas sedang padat.

Asep mengakui pemerintah sebenarnya telah memiliki sistem dan standar operasional dalam menentukan penanganan infrastruktur jalan. Namun, kondisi keuangan daerah membuat alokasi anggaran harus dibagi ke sejumlah ruas yang membutuhkan perbaikan.

“Sebetulnya sudah ada sistem, sudah ada SOP yang harus dijalani oleh pemerintah. Tetapi dalam kondisi keuangan Pemda, anggaran harus dibagi ke beberapa ruas jalan kabupaten yang harus ditangani,” ucapnya.

Ia menilai berbagai masukan dan kritik dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi.

“Mengenai kritikan dan lain sebagainya dari masyarakat, itu menjadi pendukung. Mudah-mudahan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat lebih memperhatikan Kabupaten Sukabumi dalam penganggarannya karena Kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten terluas di Jawa dan Bali,” katanya.

Karena itu, Asep berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk Kabupaten Sukabumi dapat ditingkatkan agar penanganan jalan rusak bisa berjalan lebih optimal.

Ia juga berharap setiap proyek pembangunan jalan yang dilaksanakan dapat menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik sehingga umur layanan jalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Mudah-mudahan setiap pembangunan yang kita bangun dapat terealisasi dengan baik. Rekanan yang melaksanakannya mempunyai beban moral yang baik juga sehingga jalan yang dibangun dapat memenuhi ketentuan usia jalan,” ujarnya.

Di sisi lain, Asep mengingatkan masyarakat dan pelaku angkutan agar menggunakan kendaraan sesuai dengan kelas jalan kabupaten. Ia menyebut jalan kabupaten masuk kategori kelas C+ dengan batas beban gandar maksimal 8 ton.

“Dimohonkan kepada masyarakat pengguna jalan untuk menggunakan kendaraan sesuai dengan kelas jalannya, karena kelas jalan kabupaten itu adalah kelas C+ dengan ketentuan gandar 8 ton,” kata dia.

Menurut Asep, kepatuhan terhadap aturan tersebut akan membantu menjaga kondisi jalan agar tetap baik dalam jangka panjang. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat lebih fokus menangani ruas jalan yang mengalami kerusakan berat tanpa terbebani perbaikan berulang akibat kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.

“Sehingga jalan tetap awet, terpelihara dengan baik dan Kabupaten Sukabumi bisa terus melakukan perbaikan pada jalan-jalan yang rusak berat. Dengan begitu, pembangunan hari ini tidak menjadi beban bagi pembangunan berikutnya,” tutupnya. (Bud)

Comment