Sukarno dan Che Guevara Berdiskusi Tentang Revolusi

Peristiwa, Ragam1,462 views

REPUBLIKAN, Havana – Che Guevara dikenal sebagai pejuang revolusi, dokter, penulis, pemimpin gerilyawan, diplomat, dan pakar teori militer asal Argentina yang berhaluan Marxis. Ia juga memiliki peran penting dalam revolusi Kuba.

Ketika masih menjadi mahasiswa kedokteran di Argentina, Che Guevara melakukan perjalanan ke beberapa negara Amerika Selatan dengan sepeda motor bersama sahabatnya, Alberto Granado.

Mereka sempat melihat penderitaan dan kelaparan para petani miskin di negara-negara yang mereka kunjungi.

Pria kelahiran 14 Juni 1928 di Rosario, Argentina ini kemudian berhasil membangkitkan semangat perjuangan dalam perjalanan sejarah manusia, khususnya di wilayah yang sedang berkonflik, untuk membebaskan hak-haknya.

Guevara juga tertarik terhadap karya-karya sastra, ia merupakan seorang penulis yang menulis buku panduan tentang perang gerilya.

Di dalam kisah perjuangan sosok Guevara, ternyata ia merupakan sahabat dari presiden pertama Indonesia, Sukarno.

Keduanya saling mengagumi dan memiliki hasrat yang sama untuk mengembangkan negara. Hal ini bermula ketika Che Guevara bersama Fidel Castro memenangkan revolusi di Kuba.

Pada Juni 1959, Castro meminta Guevara untuk mengunjungi negara-negara Asia dan menemui Soekarno di Jakarta serta beberapa tokoh gerakan non-blok. Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika saat itu.

Sukarno dan Che Guevara berdiskusi panjang tentang revolusi di negara masing-masing. Keduanya memiliki kedekatan yang erat karena sama-sama merupakan anti-imperialis.

Selain berkunjung ke Indonesia, Guevara juga menjalin kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Kuba. Ia juga sempat mengunjungi Candi Borobudur.

Usai menemui Sukarno, Guevara sangat terkesan dengan Sukarno dan mengajaknya berkunjung ke Kuba. Setahun setelah Guevara mengunjungi Indonesia, giliran Presiden Sukarno yang mengunjungi Kuba pada 1960.

Pemimpin Kuba Fidel Castro langsung menyambut Sukarno dengan meriah di bandara Havana. Warga Kuba yang berderet di pinggir jalan membentangkan poster bertuliskan “Viva President Sukarno”.

Sukarno banyak bercerita dengan Castro tentang apa yang pernah dilakukannya selama di Indonesia.

Presiden pertama Indonesia itu membawa hadiah kepada Castro berupa keris, senjata tradisional khas Indonesia.

Dari pertemuan di Kuba, terlihat Sukarno, Guevara dan Castro menunjukkan hubungan yang sangat dekat. Fidel Castro, yang juga anti Amerika, satu pemikiran pula dengan Sukarno.

Sejarah menunjukkan bahwa para pemimpin ini tidak pernah mau diperalat oleh Amerika Serikat. Che Guevara meninggal pada 9 Oktober 1967 di Bolivia karena dihukum mati dengan cara ditembak.[r]

Comment