Pendaftar SPMB Tahap 2 di SMKN 11 Bandung Tembus 809, Sisa Kuota Hanya 190

Edukasi452 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tahap 2 di SMK Negeri 11 Bandung mencatatkan jumlah pendaftar mencapai 809 orang. Padahal, kuota yang tersedia hanya tersisa 190 orang, hasil sisa dari tahap pertama yang telah menjaring 350 peserta didik dari total kapasitas 540 orang atau 15 kelas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 11, Parwanto, menjelaskan bahwa jalur penerimaan tahap 2 mengacu pada ketentuan seragam yang diterapkan di seluruh SMK Negeri se-Jawa Barat. “Komposisinya terdiri dari jalur rapor umum 25 persen, jalur kepemimpinan 1 persen, kejuaraan akademis 5 persen, dan jalur kejuaraan non-akademis seperti seni, budaya, dan olahraga sebesar 4 persen. Totalnya 35 persen dari keseluruhan kuota,” ujar Parwanto saat ditemui di kampus SMKN 11, Rabu (3/7/2025).

Menurutnya, proses pendaftaran berjalan relatif lancar. “Tahap dua ini cenderung lebih tertib karena sebagian besar pendaftar adalah peserta yang sudah mengikuti tahap pertama. Mereka sudah berpengalaman dengan sistemnya, bahkan ada yang pindah pilihan dari SMA ke SMK atau sebaliknya,” katanya.

Ia juga menambahkan, sekolah turut memfasilitasi calon peserta didik yang belum memiliki akun pendaftaran. “Mereka bisa mendaftar melalui akun operator sekolah. Jadi tidak perlu khawatir tidak bisa mengakses,” ujarnya.

Tanpa Masalah Server
Parwanto memastikan bahwa pelaksanaan tahap kedua sejauh ini berlangsung tanpa gangguan teknis. “Server aman, tidak ada kendala. Aplikasi berjalan baik karena sudah belajar dari pengalaman di tahap satu,” katanya.

Menariknya, SPMB kali ini juga menjaring pendaftar dari luar provinsi. “Ada yang daftar dari Sumatera, menggunakan jalur rapor umum. Pendaftarannya dibantu langsung oleh operator sekolah kami,” tambah Parwanto.

Kendala Unik: Perubahan Nama, Salah satu kendala unik yang ditemui panitia adalah perubahan identitas peserta. “Kami menemukan peserta yang secara hukum telah mengganti nama, tapi rapor semester satu sampai lima masih menggunakan nama lama. Ini cukup menantang dari sisi administrasi,” ungkapnya.

Namun, pihak sekolah tetap mengedepankan prinsip inklusif. “Selama ada surat resmi dari pihak berwenang, misalnya SMP asal yang menyatakan bahwa rapor tersebut benar milik yang bersangkutan, maka kami tetap fasilitasi pendaftarannya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa perubahan nama tersebut bukan karena kesalahan penulisan, melainkan perubahan nama sah dari dua kata menjadi empat.

Seleksi Hanya Berdasarkan nilai, berbeda dengan tahap satu, pada tahap dua ini tidak dilakukan uji minat dan bakat secara langsung untuk jalur kejuaraan non-akademis. “Seleksi hanya berdasarkan skor prestasi yang dilampirkan dalam dokumen pendaftaran. Tidak ada tes tambahan,” ujar Parwanto.

Pengumuman hasil seleksi SPMB tahap dua dijadwalkan pada 9 Juli 2025. Parwanto berharap semua pendaftar tetap semangat dan berpikiran positif. “Bagi yang diterima, Alhamdulillah. Tapi bagi yang belum berhasil, mudah-mudahan bisa mendapat tempat di sekolah lain yang terbaik,” pungkasnya.[R]

Comment