Kegiatan di Bali Disorot di Tengah Isu Kelangkaan BBM Nasional

Ragam175 views

REPUBLIKAN – Di tengah sorotan publik terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah, muncul temuan investigasi mengenai dugaan kegiatan eksklusif yang melibatkan jajaran PT Pertamina Patra Niaga di Bali.

Kegiatan tersebut disebut bertajuk “Evaluasi Kinerja Agen 2025 se-Kalimantan”. Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa agenda tidak sepenuhnya berfokus pada evaluasi formal, melainkan didominasi aktivitas non-formal.

Seorang aktivis sosial energi, Ronal, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan pada Sabtu (11/4/2026), sebuah arena padel di kawasan Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dipesan secara penuh sejak pagi hingga sore hari.

“Kegiatan berlangsung tertutup dan melibatkan pejabat internal perusahaan serta mitra kerja,” ujar Ronal.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat malam (10/4/2026), ketika puluhan agen dan mitra BBM dari wilayah Kalimantan diterbangkan ke Bali untuk menghadiri agenda yang juga diisi jamuan di kawasan Tibubeneng, Kuta Utara.

Dokumen internal yang diperoleh dari seorang pelapor (whistleblower) menunjukkan adanya undangan resmi kegiatan tersebut yang difasilitasi oleh perusahaan. Namun demikian, temuan di lapangan mengindikasikan adanya pergeseran substansi kegiatan.

Alih-alih fokus pada evaluasi kinerja, agenda justru diisi dengan aktivitas olahraga padel serta jamuan yang dinilai bernuansa eksklusif.

Investigasi juga mencatat kehadiran Oos Kosasih, yang merupakan pejabat strategis di lingkungan perusahaan.

Kehadirannya memperkuat dugaan keterlibatan langsung struktur internal dalam kegiatan tersebut.
Temuan ini menjadi sorotan karena berbanding terbalik dengan kondisi di sejumlah daerah yang masih menghadapi antrean panjang dan keterbatasan pasokan BBM.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya telah menginstruksikan efisiensi anggaran secara ketat kepada seluruh badan usaha milik negara (BUMN), termasuk pembatasan kegiatan non-esensial.

Pelaksanaan kegiatan di Bali dengan format eksklusif serta fasilitas penuh bagi peserta pun memunculkan pertanyaan terkait prioritas penggunaan anggaran perusahaan.

Sebagai subholding yang memegang peran penting dalam distribusi energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga kini menghadapi sorotan publik, baik terkait tata kelola anggaran maupun sensitivitas terhadap kondisi masyarakat.[R]

Comment