Aas Aisyah: Komisi D DPRD Kab Bandung Siap Perjuangkan Aspirasi Sekolah Swasta Terkait SPMB 2025

Politik485 views

REPUBLIKAN, Kabupaten Bandung –  Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Aas Aisyah, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi para kepala sekolah swasta yang disampaikan dalam audiensi Forum Kepala Sekolah Swasta Sub Rayon 7, Selasa (5/8/2025). Audiensi yang digelar di ruang rapat Komisi D itu secara khusus membahas kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP tahun 2025.

Aas Aisyah menyampaikan bahwa Komisi D menyambut baik forum dialog tersebut sebagai langkah penting dalam menyerap masukan dari pelaku pendidikan swasta yang selama ini terdampak oleh kebijakan penerimaan siswa baru, terutama sistem zonasi.

“Kami mendengarkan langsung keresahan para kepala sekolah swasta yang merasa dirugikan oleh sistem penerimaan siswa baru yang belum sepenuhnya berpihak pada keberlangsungan sekolah mereka,” ujar Aas.

Ia menilai, tantangan yang dihadapi sekolah swasta tidak bisa dikesampingkan, terlebih banyak di antaranya yang mengalami penurunan jumlah pendaftar secara signifikan. Hal ini, lanjut Aas, memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi yang ada agar lebih adaptif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Sekolah swasta juga bagian dari pilar pendidikan bangsa. Sudah seharusnya regulasi mengakomodasi keberadaan mereka secara proporsional, tanpa membatasi hak-hak peserta didik untuk memilih satuan pendidikan yang diinginkan,” tambahnya.

Aas juga menegaskan bahwa Komisi D akan membawa aspirasi tersebut ke forum-forum pembahasan kebijakan di tingkat pemerintah daerah, guna memastikan terjadinya perbaikan dalam sistem penerimaan siswa yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapat akses pendidikan terbaik, dan setiap lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta mendapat ruang tumbuh yang adil,” tutup Aas Aisyah.

Dalam kesempatan tersebut, Forum Kepala Sekolah Swasta juga mengusulkan agar sistem zonasi ditinjau kembali dan mempertimbangkan kondisi wilayah yang memiliki kepadatan sekolah negeri, yang berdampak pada rendahnya minat siswa terhadap sekolah swasta. [R]

Comment