Raden Tedi Apresiasi Capaian Investasi Rp 72,5 Triliun di Jawa Barat, Dorong Pemerataan Industri di Wilayah Dapil XI

Politik300 views

REPUBLIKAN – Bandung. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan XI (Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Subang), H. Raden Tedi, S.T., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap capaian investasi Jawa Barat yang mencapai angka Rp 72,5 triliun pada tahun 2025. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa iklim investasi di Jawa Barat semakin membaik dan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah, termasuk wilayah Dapil XI yang memiliki potensi industri besar.

Pernyataan ini disampaikan Raden Tedi menanggapi keterangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kegiatan Rakorkernas APINDO 2025 di El Royale Hotel, Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (5/8/2025). Dalam kesempatan itu, Gubernur mengungkap bahwa Jawa Barat saat ini menjadi provinsi dengan peringkat investasi tertinggi secara nasional.

“Capaian Rp 72,5 triliun ini harus kita apresiasi bersama. Artinya, kebijakan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana keberhasilan ini bisa merata hingga ke kabupaten dan kota, termasuk wilayah Majalengka, Subang, dan Sumedang,” ujar Raden Tedi.

Ia menilai, menurunnya angka premanisme di dunia industri serta percepatan pelayanan perizinan seperti IUP, UKL, dan UPL merupakan faktor penting yang turut menunjang peningkatan nilai investasi. Namun, Tedi menekankan bahwa tantangan seperti pembebasan lahan dan keterbatasan infrastruktur di daerah juga perlu segera diatasi melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Subang dan Majalengka saat ini mulai menunjukkan geliat pertumbuhan industri. Ini harus terus dikawal. Potensi kawasan industri di wilayah Rebana harus ditopang oleh infrastruktur, pelayanan birokrasi yang cepat, dan tentunya pendekatan sosial yang humanis kepada masyarakat,” jelasnya.

Raden Tedi juga menyoroti pentingnya pemerataan industri ke daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh investasi besar, seperti sebagian wilayah Sumedang dan Majalengka bagian selatan. Ia mendorong Pemprov Jabar untuk lebih aktif mendorong pembangunan kawasan industri baru yang berbasis potensi lokal dan padat karya.

“Kita harus pastikan investasi ini bukan hanya menumpuk di kawasan tertentu saja. Pemerataan menjadi penting agar manfaat ekonomi bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat di Dapil XI,” tegasnya.

Selain itu, Tedi menyambut baik komitmen Gubernur Dedi Mulyadi yang terus mengupayakan koordinasi erat antara Pemprov dengan para kepala daerah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan teknis dan sosial di lapangan.

“Dalam hal ini, peran bupati di Majalengka, Subang, dan Sumedang menjadi sangat penting. Tidak bisa hanya mengandalkan satu tingkat pemerintahan saja. Harus ada orkestrasi manajemen wilayah yang kuat agar tidak ada investasi yang terhambat atau bahkan gagal masuk,” tambahnya.

Ia berharap, ke depan, pencapaian investasi ini mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang lebih merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Investasi besar ini harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah. Maka perlu pengawasan, pendampingan, dan distribusi program yang adil. DPRD siap mengawal itu semua,” pungkas Raden Tedi.[R]

Comment