PLTS Atap 10 MWp IKD Jadi yang Terbesar di Sumut, Dorong Transisi Energi Industri

Ekonomi, Ragam91 views

REPUBLIKAN – PT Industri Karet Deli (IKD) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 10.004.630 watt peak (Wp) atau sekitar 10 MWp di fasilitas produksinya di Kota Medan, Kamis (6/2/2026). PLTS Atap ini tercatat sebagai yang terbesar di sektor industri di Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini.

Pengoperasian PLTS Atap tersebut menjadi langkah strategis IKD dalam mendukung transisi energi bersih nasional, mengurangi emisi karbon, serta menekan ketergantungan terhadap energi fosil. Selain itu, proyek ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan.

PT Industri Karet Deli merupakan produsen ban nasional dengan merek Swallow, Delium, dan Deli Tire yang melayani segmen sepeda, sepeda motor, mobil dan truk, hingga ban industri. Produk IKD telah dipasarkan secara luas di pasar domestik dan ekspor dengan komitmen terhadap kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan proses produksi.

Peresmian PLTS Atap tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Medan, Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Head of Economic Affairs Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, Perwakilan Uni Eropa, PT PLN (Persero), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, perwakilan DPRD, Kadin, Apindo, jajaran manajemen IKD, serta PT Greenroof Energy Indonesia selaku pengembang proyek.

PLTS Atap yang dibangun dan diselesaikan pada 2025 ini diproyeksikan menghasilkan energi listrik bersih sekitar 12–13 gigawatt hour (GWh) per tahun dan dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan operasional pabrik. Dari sisi lingkungan, sistem ini diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 10.000 ton CO₂ per tahun, setara dengan penanaman sekitar 450.000 pohon.

Direktur PT Industri Karet Deli, Darkiat Tjangnaka, mengatakan pengoperasian PLTS Atap ini merupakan tonggak penting dalam transformasi energi perusahaan.

“Energi yang dihasilkan dimanfaatkan langsung untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat ketahanan pasokan listrik. Ke depan, kami akan terus mengkaji peluang penambahan kapasitas PLTS Atap seiring perkembangan kebutuhan energi dan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Medan, Citra Effendy Capah, menyampaikan apresiasi atas peresmian proyek tersebut. Menurutnya, inisiatif IKD menjadi contoh nyata peran dunia usaha dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan menilai kehadiran PLTS Atap ini mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Pemkot pun mendorong pelaku usaha lain untuk mengikuti langkah serupa.

Di sisi lain, Manager PLN UP3 Medan Utara, Hiro Pingkir Pardede, menyebut pengembangan PLTS Atap IKD sebagai wujud komitmen pelanggan industri dalam mendukung transisi energi dan penerapan prinsip ESG. Dengan kapasitas daya terpasang mencapai 22,86 MW, IKD dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih secara terintegrasi.

PLTS Atap ini dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, perusahaan patungan antara Norfund lembaga investasi pembangunan milik Pemerintah Norwegia dan Climate Fund Managers yang didukung Uni Eropa. Proyek ini dirancang dan dibangun sesuai standar teknis, keselamatan, dan ketentuan ketenagalistrikan yang berlaku.[R]

Comment