Masuki Semester Genap SMKN 1 Cimahi Perkuat Karakter Akademik dan Jejaring Industri

Edukasi104 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Baru dua hari memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, SMK Negeri 1 Cimahi langsung tancap gas. Evaluasi capaian semester ganjil dijadikan pijakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, pembinaan karakter siswa, hingga penguatan kerja sama dengan dunia industri.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Cimahi, Farid Mulyana S.Pd., M.Pd., mengatakan tantangan utama pada semester ini adalah mendorong peran aktif orang tua dalam mendidik anak di lingkungan rumah.

“Bagaimana nanti sekolah bisa mendorong sinergi antara orang tua, murid, dan guru agar terbentuk karakter murid yang unggul,” ujar Farid, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, sekolah juga mengirimkan guru untuk mengikuti program magang di industri. Langkah ini dilakukan untuk menambah wawasan guru terkait perkembangan dunia kerja sehingga tidak terjadi kesenjangan pengetahuan antara guru dan siswa.

Secara umum, capaian akademik semester ganjil dinilai cukup positif. Hasil evaluasi rapor dan tes kemampuan akademik menunjukkan tren menggembirakan, meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan.

Farid mengakui, secara nasional mata pelajaran matematika masih menjadi pekerjaan rumah. Namun untuk SMKN 1 Cimahi, capaian pada mata pelajaran lainnya tergolong kuat. Semester genap ini pun dimanfaatkan sebagai fase konsolidasi dan akselerasi pembelajaran.

Selain akademik, penguatan karakter menjadi fokus utama. SMKN 1 Cimahi mengikuti arah kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait pembinaan karakter melalui konsep Pancawaluya.

“Ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan di semester genap ini. Meskipun kondisi kami sudah baik, tetap harus ada progres yang lebih baik lagi,” kata Farid.

Ia menambahkan, kedisiplinan siswa pascalibur menjadi indikator awal yang positif. Saat upacara bendera pada Senin pagi, siswa sudah hadir sejak pukul 06.00 WIB.

“Alhamdulillah, setelah libur dua minggu kedisiplinan siswa tidak menurun,” ujarnya.

Untuk siswa kelas XII, SMKN 1 Cimahi tengah melaksanakan uji kompetensi. Laporan sementara dari sejumlah jurusan menunjukkan hasil menggembirakan.

“Dari beberapa jurusan yang sudah melaksanakan, hasilnya 100 persen kompeten. Ini pencapaian yang bagus meski prosesnya masih berjalan,” tutur Farid.

Sementara itu, seluruh siswa kelas XII yang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dipastikan telah terserap di dunia industri. Hal ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap SMKN 1 Cimahi masih terjaga.

Adapun siswa kelas X dan XI diarahkan untuk meningkatkan capaian pembelajaran berbasis rapor pendidikan. Guru diminta melakukan refleksi agar kualitas proses belajar mengajar terus meningkat.

Memasuki semester genap, sekolah juga menghadapi dinamika sumber daya manusia. Sejumlah guru memasuki masa purna bakti, sementara guru baru mulai bergabung.

“Kami melakukan penyesuaian jadwal dan pendampingan bagi guru baru agar irama pembelajaran tetap berkesinambungan dan siswa tidak kaget dengan perubahan,” kata Farid.

Dalam menghadapi tahun 2026, SMKN 1 Cimahi semakin agresif membangun jejaring dengan dunia industri. Saat ini, sekolah memiliki sekitar 128 nota kesepahaman (MoU) dengan mitra industri, dengan 25 di antaranya telah diperbarui kualitas kerja samanya.

“Pembaruan MoU ini mencakup kerja sama uji kompetensi hingga program guru tamu,” ujarnya.

Bahkan, pada awal Januari ini, sejumlah industri telah menjadwalkan seleksi rekrutmen langsung di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menegaskan bahwa lulusan SMKN 1 Cimahi masih menjadi magnet bagi dunia usaha.

Namun, Farid mengakui persaingan antar-SMK semakin ketat. Model PKL semester enam yang dahulu dirintis SMKN 1 Cimahi kini diikuti banyak sekolah lain.

“Industri akhirnya jadi rebutan. Karena itu, kami harus terus membuka kerja sama dengan industri-industri baru,” katanya.

Dengan penguatan karakter, peningkatan kompetensi, serta perluasan jejaring industri, SMKN 1 Cimahi menegaskan posisinya sebagai sekolah vokasi yang terus beradaptasi dan relevan di tengah persaingan yang semakin padat.[R]

Comment