MPLS Ramah SMK Widya Dirgantara Bandung Tekankan Disiplin, Karakter, dan Budaya Kerja Industri

Edukasi6 views

REPUBLIKAN – SMK Widya Dirgantara Bandung melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep MPLS Ramah sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut mengangkat tema AKSARA (Aksi Nyata Siswa Berkarakter) sebagai upaya membentuk peserta didik yang disiplin, berkarakter, dan siap memasuki dunia industri.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Pelaksana MPLS SMK Widya Dirgantara Bandung, Fani Triyana, S.Tr.T., Gr, mengatakan kegiatan MPLS telah dimulai sejak masa pra-MPLS pada 13-14 Juli 2026 dan berlangsung hingga 21 Juli 2026.

“Tema yang kami usung adalah AKSARA atau Aksi Nyata Siswa Berkarakter. Kami ingin membentuk peserta didik yang memiliki sikap, kedisiplinan, dan karakter yang kuat sejak awal masuk sekolah,” ujar Fani, Senin (20/7/2026).

Sebanyak 224 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS tahun ini. Selama kegiatan berlangsung, sekolah menggandeng berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri hingga tenaga kesehatan untuk memberikan pembekalan kepada siswa.

Menurut Fani, materi yang diberikan tidak hanya sebatas pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga mencakup pendidikan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, keselamatan berlalu lintas, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.

“Kami ingin siswa memahami pentingnya disiplin, menjauhi narkoba, tidak terlibat geng motor, serta menjadi pelajar yang tertib berlalu lintas. Karena itu kami menghadirkan narasumber dari Polsek Bandung Kulon, termasuk dari unit lalu lintas dan narkotika,” katanya.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan budaya kerja yang diterapkan di lingkungan sekolah sebagai bekal memasuki dunia industri. Kebiasaan hadir tepat waktu, menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), serta etika kerja menjadi bagian penting dalam pembinaan peserta didik.

“Kami menanamkan bahwa attitude dan karakter merupakan modal utama. Keterampilan bisa dipelajari, tetapi kedisiplinan dan etika harus dibangun sejak dini,” ucapnya.

Fani menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS di SMK Widya Dirgantara berlangsung tanpa praktik perploncoan maupun perundungan. Seluruh pengurus OSIS, Pramuka, dan Paskibraka yang terlibat telah mendapatkan pembekalan terlebih dahulu melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah (LDKS).

“Kami memastikan tidak ada bullying maupun perploncoan. MPLS harus berjalan ramah, penuh kasih sayang, dan saling menghormati sesuai arahan pemerintah,” tuturnya.

Sebagai bagian dari pembentukan karakter, sekolah juga memperkenalkan berbagai program pembiasaan yang akan dijalankan selama tahun ajaran. Di antaranya upacara bendera setiap Senin, senam kesehatan jasmani pada Selasa, literasi dan numerasi pada Rabu, kegiatan kepramukaan pada Kamis, serta salat dhuha berjamaah dan yasinan setiap Jumat.

Sementara itu, Kepala SMK Widya Dirgantara Bandung, Dadisya Elkades Berman, S.Pd, berharap seluruh rangkaian MPLS dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik baru.

Ia mengatakan, nilai-nilai yang ditanamkan selama MPLS diharapkan sejalan dengan program pendidikan karakter Panca Waluya yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami berharap kegiatan MPLS berjalan lancar dan hasilnya dapat dirasakan dalam proses pembelajaran ke depan. Semoga siswa SMK Widya Dirgantara menjadi generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer sehingga mampu membanggakan orang tua, masyarakat, dan sekolah serta meraih cita-citanya di masa depan,” ujar Dadisya.[R]

Comment