Rombakan Jajaran Komisaris bank bjb Di Tengah Terpaan Pengusutan KPK – Dugaan Markup Dana Penempatan Iklan

Ekonomi, Hukum720 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini santer tengah menelisik dugaan markup dana penempatan iklan oleh bank bjb, atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Di tengah pengusutan kasus yang ramai diperbincangkan warga Jabar, bank bjb merombak jajaran komisarisnya. Perombakan ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2024 di Grand Ballroom Trans Hotel Bandung (5/9/2024).

Tercantum pada hasil RUPSLB Bank BJB itu, pemegang saham menerima pengunduran diri Ventje Rahardjo Soedigno selaku Komisaris Utama Independen Bank BJB, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB Tahun 2024.

Pada kesempatan yang sama, pemegang saham mengangkat Taswin Zakaria sebagai Komisaris Utama Independen, dan Mohammad Taufiq Budi Santoso sebagai Komisaris, serta Hilman Purakusumah Komisaris Independen baru di Bank BJB.

Berdasarkan keputusan RUPSLB Tahun 2024, ini dia susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Independen : Taswin Zakaria

Komisaris : Mohammad Taufiq Budi Santoso

Komisaris : Tomsi Tohir

Komisaris : Rudie Kusmayadi

Komisaris Independen : Diding Sakri

Komisaris Independen : Hilman Purakusumah

Direksi

Direktur Utama : Yuddy Renaldi

Direktur Kepatuhan : Cecep Trisna

Direktur Keuangan : Hana Dartiwan

Direktur Konsumer dan Ritel : Yusuf Saadudin

Direktur Komersial dan UMKM : Nancy Adistyasari

Direktur IT dan Transaction Banking : Rio Lanasier

Direktur Operasional : Tedi Setiawan

Tercatat, Taswin Zakaria yang kini menjadi Komisaris Utama Independen punya rekam jejak karier panjang di dunia perbankan. Posisi terakhirnya sebagai Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia, Tbk periode 2013-2024.

Selanjutnya, Komisaris Independen terpilih Hilman Purakusumah pun memiliki pengalaman panjang berkarier di dunia perbankan. Sedangkan Komisaris terpilih Mohammad Taufiq Budi Santoso, memiliki pengalaman karier di pemerintahan dan lembaga jasa keuangan non-bank, yakni sebagai Komisaris Utama PT Jamkrida Jabar.

Menurut Yuddy Renaldi melalui keterangan resminya pada 5 September 2024, merasa yakin susunan pengurus baru, bank bjb akan mampu melakukan inovasi secara berkelanjutan, dan berkontribusi bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Sprindik itu …

Pantauan redaksi, KPK segera menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) kasus dugaan mark up dana penempatan iklan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB). Menurut Asep Guntur Rahayu, Direktur Penyidikan KPK (1/9/2024), sprindiknya belum ada, karenanya ia belum bisa memberikan informasi lain.

Diketahui, KPK kini tengah mendalami perihal aliran dana dalam dugaan mark up dana penempatan iklan pada 2021-2023. Total uang markup itu kurang lebih Rp 200 miliar dalam kurun 3 tahun.

Dicontohkan, besaran dana untuk pasang iklan ke media dalam satu kali placement Rp200 juta, tetapi oleh bank bjb, uang itu di-markup sampai dengan Rp 400 juta, dan lain-lain. Adapun uang mar kup dana penempatan iklan oleh bank bjb diduga sebagai setoran ke sejumlah pejabat, dugaannya dengan dalih Dana Penempatan Iklan periode 2021 – 2023 oleh bank bjb.

Perihal ini, dibenarkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata. Alex menambahkan jika lembaga antirasuah tersebut tengah mendalami perihal aliran dana dalam dugaan markup tersebut.

“Iya, uangnya mengalir ke mana sedang didalami penyelidik/penyidik,” kata Alexander Marwata dikutip dari kanal Tempo, di Bandung, Jumat (30/8/2024).

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Penyidikan Komisi KPK Asep Guntur Rahayu, mengatakan memang benar pihaknya sedang mengusut dugaan markup dana penempatan iklan oleh bank bjb. Namun, surat perintah penyidikan atau sprindiknya belum terbit sehingga dia tidak bisa memberikan update-nya.[H/R]

Comment